Menteri Keamanan Dalam Negeri AS mundur

Washington (ANTARA) – Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Kirstjen Nielsen, yang dikenal sebagai pembela kebijakan Presiden Donald Trump untuk memisahkan anak-anak migran dari orang tua mereka, pada Minggu (7/4) menyatakan akan segera mundur.

Pengunduran diri Kirstjen itu pertama kali dilaporkan oleh CBS News. Seorang pejabat tinggi pemerintah mengatakan Trump meminta Kirstjen untuk mundur.

Trump mengatakan di Twitter, “Menteri Dalam Negeri Kirstjen Nielsen akan segera meninggalkan jabatannya, dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasanya.”

Di cuitan terpisah, Trump mengatakan Kevin McAleenan, yang saat ini menjabat sebagai komisioner Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, untuk sementara akan menjalankan tugas sebagai menteri keamanan dalam negeri.

Kirstjen, 46, memimpin departemen tersebut sejak Desember 2017. Pada masa jabatannya, ia pernah terlibat konflik dengan Trump serta harus mengawasi pelaksanaan aturan pemisahan anak-anak migran dari para orang tua mereka di perbatasan AS dengan Meksiko.

Trump menempatkan masalah perpindahan penduduk secara ilegal sebagai pusat kebijakannya dalam dua tahun masa kepemimpinannya sebagai presiden.

Kebijakan tersebut ia jadikan prioritas dalam upaya menurunkan jumlah pendatang baru, terutama dari Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah, yang memasuki Amerika Serikat secara tidak sah.

Pengunduran diri Kirstjen diumumkan dua hari setelah sang presiden dari Partai Republik itu tiba-tiba mengatakan pada Jumat (5/4) bahwa ia ingin mendepak sosok yang ia calonkan sendiri untuk mengepalai Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), Ronald Vitiello, dengan alasan ia menginginkan sosok yang “lebih tegas.”

ICE merupakan salah satu lembaga di bawah kewenangan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).

Kirstjen, yang kerap dihujani pertanyaan pedas oleh kalangan Demokrat di persidangan Kongres AS, menjadi sasaran kritik soal kebijakan-kebijakan Trump. Kirstjen tahun lalu diprotes oleh beberapa penentang di sebuah restoran Meksiko di Washington.

Sebagai pemimpin DHS, Kirstjen berkewajiban menjalankan berbagai misi Trump, seperti perjuangan sang presiden untuk mendirikan dinding perbatasan dengan Meksiko, penyegeraan deportasi dan penanganan terhadap anak-anak migran –sementara foto-foto mereka di balik jeruji besi tersebar ke semua penjuru dunia.

Trump bersikeras bahwa kedatangan para migran di sepanjang perbatasan AS di selatan merupakan keadaan darurat secara nasional sehingga ia menolak keberatan Kongres untuk memberinya dana miliaran dolar AS yang ia minta guna membangun dinding perbatasan.

Surat kabar New York Times melaporkan satu tahun lalu, yaitu pada Mei 2018, bahwa Kirstjen hampir mengundurkan diri setelah Trump mencaci maki dirinya di depan para menteri lainnya terkait peningkatan jumlah imigran yang menyeberang secara ilegal dari Meksiko.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Desa Peru setuju akhiri blokade jalan tambang Las Bambas

Lima (ANTARA) – Satu desa adat di Peru setuju untuk mengakhiri blokade jalan raya menuju tambang tembaga Las Bambas milik MMG Ltd setelah perusahaan itu berkomitmen akan memberikan kompensasi karena melintasi perladangan masyarakat adat, demikian sebuah dokumen yang menyebutkan rincian persetujuan itu pada Sabtu.

Jalan-jalan tersebut yang dirintangi oleh masyarakat adat Fuerabamba selama dua bulan harus dicabut pada Senin, kata dokumen itu yang ditandatangani oleh Ketua Fuerabamba, Gregorio Rjas, perdana menteri Peru dan manajer tambang setelah pembicaraan selama 10 jam di ibu kota Lima.

Persetujuan itu tampaknya memecah kebuntuan antara Fuerabamba dan MMG yang hampir menutup Las Bambas. Tambang itu berlokasi di bagian selatan Peru dan memproduksi sekitar 400.000 tembaga setiap tahun.

Fuerabamba mulai merintangi MMG menggunakan jalan lokal yang melintasi perldangannya pada awal Februari untuk menuntut kompensasi dari perusahaan tersebut. Tapi konflik meningkat setelah pengacara Fuerabamba diperintahkan untuk ditahan sementara mereka diselidiki karena tuduhan mencoba memeras MMG.

Fuerabamba sebelumnya menuntut para pengacara itu, yang membantah melakukan kesalahan, dibebaskan dari penjara sebelum mengakhiri blokade jalan raya.

Tetapi tak ada penyebutan terkait pengacara itu dalam perjanjian yang ditandatangani pada Sabtu.

“Las Bambas dan masyarakat Fuerabamba mencapai perjanjian ekonomi yang saling memuaskan,” demikian dokumen itu, tanpa menyebutkan angka. “Akses ke unit tambang itu tak lagi dirintangi oleh warga desa Fuerabamba, mereka mengizinkan kendaraan milik Las Bambas dan kontraktornya melintasi dengan bebas.”

Rojas memuji perjanjian tersebut setelah dokumen itu dibacakan dan dibagikan kepada wartawan oleh salah seorang penengah pada Sabtu malam. Ia menyebutnya “Langkah tegas menuju pembangunan negara kami dengan syarat-syarat yang tepat.”

Dalam dokumen itu juga disebutkan, pemerintah sepakat untuk berbuat lebih banyak mendukung pembangunan di komunitas-komunitas lain di sekitar Las Bambas.

Sumber: Reuters
Baca juga: Aksi unjuk rasa di tambang tembaga China di Peru terus berlanjut

 

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pawai warga Venezuela tuntut aliran listrik, air dan Maduro mundur

Karakas (ANTARA) – Puluhan ribu warga Venezuela turun ke jalan-jalan pada Sabtu untuk mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido dan memprotes Presiden Nicolas Maduro, yang mereka tuduh membuat perekonomian negara itu hancur setelah aliran listrik terputus dan akses untuk mendapatkan air terbatas.

Rakyat Venezuela, yang sudah menderita akibat hiperinflasi dan kekurangan makanan dan obat-obatan, mengatakan krisis itu telah memburuk selama sebulan belakangan. Banyak kawasan gelap selama berhari-hari akibat aliran listrik putus dan pasokan air serta layanan telepon selular juga putus.

Guaido, kepala Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi dan diakui sebagai kepala negara Venezuela yang sah oleh sebagian besar negara Barat, menyerukan pawai-pawai pada Sabtu untuk menandai permulaan apa yang disebutnya sebagai gelombang baru “protes-protes “definitif” untuk menggulingkan Maduro.

Guaido berusaha konstitusi negara itu diubah agar dapat menjadi presiden interim pada Januari, mengecam Maduro sebagai “perebut” untuk memulai periode kedua setelah pemilihan tahun 2018 yang dipandang luas dicurangi. Madurto, yang tetap memperoleh dukungan tentara dan para sekutu termasuk Rusia dan China, menganggap Guaido sebagai boneka AS dan mengatakan ia akan menghadapi keadilan.

Di Karakas, ribuan pendukung oposisi berkumpul di titik utama pawai di distrik El Marques di bagian timur ibu kota. Para pemerotes mengatakan rumah-rumah mereka sudah tanpa aliran listrik dan air selama berhari-hari dan banyak mengambilnya pipa-pipa atau saluran tidak bersih yang mengalir dari pegunungan Avila menghadap Karakas.

“Kami harus singkirkan perebut ini, dan kami tidak dapat berpikir hal lainnya,” kata Claudia Rueda, 53 tahun, yang di kesehariannya pembuat rumah dalam aksi itu.

Di satu titik, kerumunan massa meneriakkan,”Air langka, aliran listrik tak ada, dan sekarang Maduro yang menghilangkannya juga harus enyah.”

Dua pemadaman listrik masif dalam beberapa pekan membuat pemerintah Maduro membatalkan proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah dan mengganggu sektor bisnis. Layanan pasokan listrik belum merata, dengan kota-kota seperti San Cristobal, Valencia dan Maracay melaporkan masih menglami gangguan pasokan listrik.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kekurangan air menambah parah penderitaan rakyat Venezuela
Baca juga: Uni Eropa kecam pelucutan kekebalan hukum Guaido
Baca juga: Listrik padam di Venezuela membuat jalanan lengang

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi unjuk rasa menuntut dirilisnya laporan lengkap Robert Mueller

Sejumlah orang berjalan berbaris ketika mengambil bagian dalam protes yang menuntut dirilisnya teks lengkap laporan Penasihat Khusus Robert Mueller tentang penyelidikan penasihat khusus antara Presiden AS Donald Trump dan Rusia di New York, Amerika Serikat, Kamis (4/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/ Eduardo Munoz/wsj.

Pria California berusia 67 tahun terperosok di Grand Canyon

Phoenix (ANTARA) – Pria asal California tewas ketika terperosok di atas birai saat mengunjungi Grand Canyon,  dan menjadi orang ketiga yang tewas dalam delapan hari di tujuan wisata Arizona terpopuler tersebut, kata pihak berwenang, Kamis.

Pria yang berusia 67 tahun tersebut sendirian mengunjungi Taman Nasional Grand Canyon sekitar pukul 11.30 waktu setempat pada Rabu, ketika dilaporkan terperosok di South Rim, kata juru bicara Murray Shoemaker.

Tim penyelamat yang disiagakan dengan menggunakan helikopter akhirnya menemukan jasad pria tersebut beberapa jam kemudian, sekitar 122 meter di bawah tebing, kata Shoemaker. Nama dan kota kelahiran korban tidak segera diungkap.

Layanan Taman Nasional dan Coconino County Medical Examiner sedang mendalami kematian tersebut, namun sejumlah petugas mengatakan kejadian itu awalnya dinyatakan sebagai kecelakaan.

Insiden tersebut merupakan kematian ketiga yang dikonfirmasi secara terpisah di objek wisata luas tersebut tahun ini, dua di antaranya dalam batas-batas taman.

Pihak Taman mengungkapkan satu jasad ditemukan pada 26 Maret di area yang belum dikembangkan di South Rim, tetapi tidak menghadap pemandangan. Tidak ada penjelasan lain yang dilaporkan.

Dua hari kemudian, seorang turis asal Hong Kong jatuh hingga tewas saat mengambil gambar pemandangan di atas tanah suku Hualapai.

Grand Canyon masuk deretan tempat wisata terbuka paling populer di dunia. Lokasi tersebut menjadi magnet tersendiri bagi 6,38 juta pengunjung selama 2018.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pemain akrobat seberangi Grand Canyon dengan kabel
Baca juga: AS akan buka kembali Patung Liberty, Grand Canyon

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Muslimah anggota Kongres AS jadi sasaran ancaman bom

Washington (ANTARA) – Muslimah anggota Kongres AS Ilhan Omar telah menjadi sasaran ancaman bom saat ia menghadiri satu konferensi di Los Angeles, demikian laporan jejaring berita The Blast.

Ilhan Omar berbicara dalam satu jamuan di Dewan Hubungan Amerika-Islam di Los Angeles pada Maret. Beberapa hari pidatonya, hotel tempat acara akan diselenggarakan menerima telepon yang berisi ancaman dari seorang perempuan untuk membom hotel tersebut karena mengizinkan perempuan anggota Kongres itu masuk, kata dokumen pengadilan yang diperoleh jejaring berita tersebut.

“Apa yang akan kalian lakukan jika saya memberitahu kalian hotel ini akan dibom. Itu lah yang sesungguhnya akan terjadi kalau kalian mengizinkan orang seperti Ilhan Omar berada di hotel kalian. Ia adalah bahaya buat masyarakat Amerika dan hotel kalian. Kalian tidak diizinkan membiarkan ia menginjakkan kakinya di sana jika kalian menghargai keselamatan kalian sendiri. Jangan biarkan dia ada di sana. Batalkan acara,” kata perempuan itu melalui pesan suara kepada hotel tersebut, tulis The Blast pada Rabu (3/4).

Polisi sedang menyelidiki peristiwa itu dan berencana mengumpulkan keterangan telepon dari penelepon itu untuk mengetahui tersangka tersebut, kata Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Meskipun ada ancaman itu, anggota Kongres dari Minnesota tersebut tetap berbicara dalam acara itu dan ia nyaris dihadang puluhan pemrotes di luar hotel, selain kecaman dan serangan yang ia hadapi sejak ia mengeluarkan komentar yang mengecam Israel. Sebagian pengecam memandang dia anti-Semit.

“Saya ingin berbicara mengenai pengaruh politik di negeri ini yang mengatakan ‘Tak apa-apa orang melontarkan tuduhan kepada satu negara asing’,” kata Ilhan Omar di satu ruang pertemuan kota pada awal April. Ia merujuk kepada Israel.

Pernyataannya diterima banyak kecaman dan dukungan; sebagian anggota Kongres mencapnya anti-Semit.

Ilhan Omar meminta ma’af untuk komentar serupa, tapi sekali ini ia tegar, dan mengatakan ia “merusak hubungan kita dengan Israel. Saya telah mempertanyakannya, dan itu jelas dari sudut pandang saya”.

“Dua tindakan pertama saya sebagai Anggota Kongres ialah untuk bersama menaja rancangan peraturan yang meningkatkan posisi Utusan Khusus guna memerangi anti-Semitisme –dan pernyataan pertama saya setelah saya terpilih ialah mengenai peningkatan kejahatan berupa kebencian,” katanya.

“Kekerasan supremasi kulit putih meningkat di kancah global. Eksremis sayap-kanan membunuh lebih banyak orang di AS pada 2018 dibandingkan dengan kapanpun sejak 1995. Kekerasan anti-Semiti mencapai 58 persen dari kejahatan kebencian agama,” ia menambahkan.

Sumber: Anadolu Agency

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Unjuk rasa menuntut dirilisnya laporan lengkap Robert Mueller

Sejumlah orang berjalan berbaris ketika mengambil bagian dalam protes yang menuntut dirilisnya teks lengkap laporan Penasihat Khusus Robert Mueller tentang penyelidikan penasihat khusus antara Presiden AS Donald Trump dan Rusia di New York, Amerika Serikat, Kamis (4/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/ Eduardo Munoz/wsj.

Serikat pekerja, perusahaan kecil Argentina protes penghematan Macri

Antara

Buenos Aires, Argentina (ANTARA) – Pegiat, perusahaan kecil dan anggota serikat pekerja Argentina turun ke jalan di Buenos Aires Tengah pada Kamis untuk memprotes langkah penghematan Presiden Mauricio Macri, yang mereka tuding menyebabkan kesulitan pekerja dan menyerap pertumbuhan ekonomi.

Ribuan orang yang berpawai, yang dikawal oleh polisi, berjalan di sepanjang jalan di dekat pusat kota Buenos Aires, kata Kantor Berita Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Mereka membawa spanduk warna-warni yang berisi slogan untuk meminta “pekerjaan yang layak”, “gaji yang lebih baik” dan “produksi nasional yang meningkat”.

Para pemimpin Argentina telah memperketat kebijakan ekonomi untuk memenuhi kewajiban berdasarkan kesepakatan pinjaman 56,3 miliar dolar AS yang dicapai negara yang dilanda resesi tersebut dengan Dana Moneter Internasional (UMF) tahun lalu. Inflasi tajam juga telah memukul daya beli masyarakat dengan sangat keras.

Pada Kamis, beberapa jalan di pusat kota Bueons Aires dipagari dan ada banyak personel polisi di beberapa sudut jalan. Demonstrasi telah meningkat dalam beberapa bulan belakangan ini.

Pawai rutin telah meningkatkan tekanan atas partai yang memerintah, yang nilai dukungannya telah tergelincir tahun ini, sehingga membuat prihatin Macri sebelum pemilihan umum nasional pada Oktober.

Meskipun ada tanda peningkatan dan musim panen gandum, ekonomi Argentina telah merosot akibat suku bunga yang meroket, nilai peso yang lemah dan inflasi yang mencapai lebih dari 50 persen.

Para pengeritik Macri menyalahkan program penghematannya, yang didukung IMF, yang dirancang untuk mengurangi utang pemerintah. Pemerintah Macri dan IMF menyatakan tindakan tersebut perlu dilakukan untuk menyeimbangkan kembali ekonomi Argenti.

Warga biasa Argentina merasakan jepitan itu; rekening fasilitas umum yang lebih tinggi dan tuntutan dalam negeri yang lemah memukul perusahaan lokal. Sebanyak sepertiga warga negeri tersebut sekarang hidup di bawah garis kemiskinan, sementara jumlah tunawisma bertambah.

Bersamaan dengan demonstrasi di jalan, berbagai faksi oposisi Peronist di Kongres berencana membahas serangkaian rancangan undang-undang untuk menaikkan uang pensiun dan mengendalikan kenaikan harga.

Sumber: Reuters
 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBB kecam penerapan hukum Syariah di Brunei

PBB (ANTARA) – Brunei “melanggar hak asasi manusia” melalui penerapan hukum Syari’ah Islam yang akan meloloskan hukum mati dengan cara orang dirajam untuk kasus perzinaan dan homoseksual, kata PBB pada Rabu (3/4).

Brunei, bekas protektorat Inggris yang mayoritas warganya Muslim dengan sekitar 400.000 orang, pada Rabu mulai menerapkan hukum Syari’ah. Kasus sodomi, perzinaan dan pemerkosaan akan diganjar hukuman mati — termasuk rajam. Sedangkan untuk kasus pencurian akan dipotong tangan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “percaya bahwa hak asasi manusia ditegakkan dalam kaitannya dengan setiap orang di manapun tanpa diskriminasi apapun”, ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric.

“Undang-undang yang setujui jelas melanggar prinsip-prinsip yang diekspresikan,” katanya. “Selama orang menghadapi kriminalisasi, bias dan kekerasan yang berdasarkan pada orientasi seks, identitas gender atau karakteristik seks mereka, kami harus menggandakan upaya untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran tersebut.”

“Setiap orang berhak untuk hidup bebas dan memiliki hak dan martabat yang setara,” kata Dujarric.

Brunei mempertahankan haknya untuk menerapkan hukum Islam, yang unsur-unsurnya pertama kali diadopsi pada 2014. Sejak itulah hukum tersebut diterapakan secara bertahap.

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah merupakan raja paling lama berkuasa kedua di dunia sekaligus Perdana Menteri negara yang kaya akan minyak tersebut. Pemimpin berusia 72 tahun itu juga masuk deretan orang terkaya di dunia.

Aktor peraih Oscar, George Clooney, menyeru agar memboikot sejumlah hotel mewah milik Perusahaan Investasi Brunei, seperti Beverly Hills Hotel, Dorchester di London dan Plaza Athenee di Paris.

PBB pada Selasa mengeritik keputusan Brunei untuk menerapkan hukum Islam dan memintanya agar mengesahkan dan menerapkan Konvensi PBB tentang Melawan Penyiksaan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Ellen DeGeneres juga boikot hotel Brunei
Baca juga: Perusahaan Brunei siapkan dana investasi 10 miliar dolar AS di Kalteng

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kekurangan air menambah parah penderitaan rakyat Venezuela

Karakas, Venezuela (ANTARA) – Setelah pemadaman listrik terus berlangsung, penderitaan rakyat di Ibu Kota Venezuela, Karakas, dan berbagai wilayah di negeri itu bertambah parah dengan kekurangan air bersih.

Seorang ibu muda yang sedang mencari air pada Rabu di dekat jalan raya dengan membuka saluran air mengatakan kepada wartawan Kantor Berita Turki Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam– bahwa ia sudah tidak bisa memandikan anak-anaknya selama satu pekan.

Seorang warga lain mengatakan mereka menggunakan air hanya untuk kebersihan, sementara seorang perempuan lagi mengatakan ia juga terpaksa menggunakan air untuk memasak.

Warga Karakas, yang tidak memperoleh air keran selama dua pekan, berkumpul di berbagai tempat seperti taman dan kebun. Sementara itu warga lain merusak saluran dan pipa untuk bisa memperoleh air.

Di tempat lain, orang mengambil air dari sungai dan anak sungai, sehingga menanggung resiko terserang penyakit.

Pada April, sebagian besar Venezuela telah mengalami pemadaman listrik.

Meskipun pemerintah mengatakan pemadaman listrik terjadi akibat serangan maya dan sabotase fisik, oposisi mengklaim sistem penyaluran listrik macet karena pemerintah mengabaikan prasarana tersebut.

Pada Minggu (31/3), Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan rencana 30-hari untuk menjatah listrik, di tengah pemadaman listrik di seluruh negeri itu.

Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari –tindakan yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa serta Amerika Latin.

Turki, Rusia, China, Iran, Bolivia dan Meksiko memberikan dukungan mereka kepada Maduro.

Sumber: Anadolu 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Majelis Nasional Venezuela lucuti kekebalan Guaido

Karakas, Venezuela (ANTARA) – Majelis Konstituen Venezuela pada Selasa (2/4) melucuti kekebalan parlemen Juan Guaido, sehingga melicinkan jalan kemungkinan penangkapan dan penghukuman pemimpin oposisi Venezuela tersebut.

Majelis tersebut, atas permintaan Maikel Moreno –Presiden Pengadil Tinggi Kehakiman (TSJ), mengadakan pertemuan guna melakukan pembahasan untuk melucuti kekebalan Guaido dari hukuman, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. Usul itu disetujui dengan suara bulat oleh semua anggota Parlemen.

Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, dituduh melakukan pelanggaran larangan perjalanan yang diberlakukan atas dirinya dengan mengunjungi Kolombia.

Ia melakukan perjalanan ke sana sehari sebelum satu upaya dilancarkan untuk membawa “bantuan kemanusiaan yang disediakan AS” ke Venezuela pada 23 Februari.

Ia belakangan mengunjungi Brazil, Paraguay, Argentina, dan Ekuador sebelum kembali ke Venezuela pada 4 Maret, dan tak mengalami kesulitan untuk masuk kembali ke negeri tersebut.

Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Presiden Nicolas Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat ketika Guaido mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari –tindakan yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa serta Amerika Latin.

Turki, Rusia, China, Iran, Bolivia dan Meksiko telah memberi dukungan buat Maduro.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Hakim Tinggi Venezuela upayakan pencabutan kekebalan Guaido

Baca juga: Pemimpin oposisi Venezuela akhiri kunjungan ke sejumlah negara Amerika Latin

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengemudi truk hadapi kemacetan di perbatasan Meksiko-AS

Ciudad Juarez (ANTARA) – Pengemudi truk yang sedang mengirim barang dari Meksiko ke Amerika Serikat (AS)  menghadapi kemacetan selama delapan jam, setelah penyerahan tugas dari penjaga perbatasan AS ke petugas bea-cukai memperlambat lalu-lintas komersial di beberapa tempat penyeberangan perbatasan.

Presiden AS Donald Trump melakukan tindakan mundur pada Selasa (2/4) dari ancaman untuk menutup perbatasan AS Selatan ke memerangi imigrasi tidak sah, di tengah tekanan dari perusahaan yang khawatir bahwa penutupan akan mengakibatkan kekacauan pada rantai pasokan. Ia pada Jumat (29/3) mengancam akan menutup perbatasan pekan ini kecuali Meksiko bertindak untuk mengekang lonjakan pencari suaka dari berbagai negara di Amerika Tengah.

Tapi perombakan petugas perbatasan, yang diumumkan pekan lalu untuk memproses sangat banyak keluarga migran yang memasuki Amerika Serikat dari Meksiko, memicu penundaan sampai delapan jam buat truk untuk menyeberang dari Ciudad Juarez di Meksiko ke El Paso, Texas, kata beberapa pengemudi truk kepada Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

“Industri adalah yang paling terpengaruh oleh situasi ini, akibat denda jutaan dolar AS yang harus mereka bayar ketika barang kiriman tiba terlambat ke pelanggan,” kata Manuel Sotelo, pemimpin serikat pekerja pengemudi truk di Ciudad Juarez. Ia mengatakan penundaan bahkan dapat mengakibatkan pembatalan kontrak dan pemutusan hubungan kerja.

Para pejabat senior di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada Selasa mengatakan penempatan kembali sebanyak 750 petugas baru-baru ini di perbatasan untuk menangani lonjakan migran –kebanyakan kelurga Amerika Tengah yang menyerahkan diri kepada petugas perbatasan– mengakibatkan perlambatan penyeberangan sah dan komersial di pelabuhan masuk.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard juga menyatakan lalu-lintas komersial di perbatasan Meksiko-AS telah melambat di beberapa tempat penyeberangan akibat penyerahan petugas perbatasan AS.

Erbard mengatakan Pemerintah AS telah memberitahu Meksiko bahwa sejauh ini AS takkan menutup perbatasan, tapi mengatakan negaranya akan disiapkan untuk menghadapi kemungkinan itu, jika keputusan tersebut disahkan.

Sumber: Reuters
Baca juga: Ribuan migran di Meksiko bergerak menuju AS
Baca juga: Trump umumkan kesepakatan baru perdagangan dengan Meksiko

 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemotongan bantuan AS buat Amerika Tengah bisa jadi bumerang

Bogota, Kolombia (ANTARA) – Keputusan Pemerintah AS untuk memangkas bantuan buat tiga negara Amerika Tengah “kontra-produktif”, dan dikhawatirkan menjadi bumerang bukan menghambat arus migran ke utara untuk menyelamatkan diri dari kekerasan penjahat dan kemiskinan parah.

Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (30/3) menyatakan akan melaksanakan ancaman yang berulangkali disampaikan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri bantuan asing buat program El Salvador, Guatemala dan Honduras –yang dikenal sebagai Segi Tiga Utara.

Trump telah mengecam ketiga negara tersebut karena tak berbuat apa-apa untuk menghentikan arus migran dan pencari suaka, banyak di antara mereka mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika Serikat.

Lembaga bantuan yang menerima bantuan dari Pemerintah AS akan mendorong pembangunan sosial dan ekonomi di El Salvador, Guatemala dan Honduras mengatakan pemotongan bantuan bukan hanya tak berbuat banyak tapi malah akan membuat keadaan jadi lebih buruk.

“Orang yang benar-benar terkena pukulan oleh tindakan ini adalah orang yang paling rentan di wilayah ini. Mereka meliputi petani kecil dan remaja yang berusaha menghindari tekanan bergabung dengan gerombolan penjahat dan menyelamatkan diri dari kekerasan,” kata David Ray, Wakil Presiden Kebijakan dan Saran di lembaga amal global CARE.

“Kemiskinan, kekerasan dan ketidak-amanan –itu lah yang benar-benar menggerakkan migrasi. Jadi memangkas program itu tampaknya akan menjadi kekalahan sendiri,” kata Ray kepada Thomson Reuters Foundation –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Amerika Serikat menyedia ratusan juta dolar setiap tahun buat proyek pembangunan di Segi Tiga Utara, termasuk program pencegahan kejahatan dan kekerasan gerombolan, upaya untuk memperkuat sistem pertanian dan kehakiman, program anti-korupsi dan pelatihan ketrampilan kerja.

Bantuan luar negeri AS buat Amerika Tengah turun jadi 527,6 juta dolar AS tahun ini dari 655 juta dolar pada 2017, kata Washington Office on Latin America (WOLA), satu kelompok pemikir.

Gagasan Trump untuk memangkas bantuan buat Segi Tiga Utara dapat meningkatkan migrasi utara sebab kondisi bertambah buruk di tanah air mereka, kata banyak ahli.

Sumber: Thomson Reuters Foundation
Baca juga: Guatemala minta lebih banyak bantuan AS perangi perdagangan narkoba
Baca juga: Uang Kiriman Pekerja Migran Amerika Latin Tembus US$100 Miliar
Baca juga: 100 lebih migran asal Amerika Tengah ditahan di Meksiko utara

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hakim Tinggi Venezuela upayakan pencabutan kekebalan Guaido

Karakas, Venezuela (ANTARA) – Hakim Kepala di Venezuela pada Selasa meminta Majelis Nasional negeri itu untuk melucuti hak kekebalan parlemen pemimpin oposisi Juan Guaido.

Maikel Moreno, Presiden Pengadilan Tinggi Kehakiman (TSJ), menyampaikan permintaan itu, dan mengatakan proses pengadilan berkaitan dengan Guaido nyata dan pengadilan telah menjatuhkan sanksi atas dia.

Guaido, pemimpin oposisi Venezuela di Majelis Nasional, yang mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden pada 23 Januari, telah dituntut karena melanggar larangan bepergian yang dijatuhkan atas dia dengan mengunjungi Kolombia pada Februari.

Pemerintah Venezuela pada Kamis lalu (28/3) mengumumkan pemerintah melarang Guaido menyelenggarakan pertemuan terbuka selama 15 tahun.

Ia dituduh tidak konsisten dalam pengungkapan keuangan pribadinya dan memiliki catatan pengeluaran yang lebih tinggi dari penghasilannya, demikian pernyataan dari Pengawas Negara Elvis Amoroso, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Amoroso mengatakan semua anggota Parlemen berkewajiban mengungkapkan kondisi keuangan dan pengeluaran mereka sesuai dengan hukum di Venezuela.

Sejak 2015, Guaido telah melakukan 91 perjalanan internasional tanpa izin dari Majelis Nasional, dan untuk itu ia menghabiskan 330 juta bolivar Venezuela (30 juta dolar AS) dan tidak mencatat dari mana uang itu berasal, tambah Amoroso.

Sementara itu pendukung Presiden Nicolas Maduro berencana turun ke jalan pada 6 April.

Diosdado Cabello, Wakil Kepala Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), yang berkuasa, mengumumkan dalam satu taklimat di Karakas bahwa mereka akan berkumpul pada saat itu untuk “hari pertemuan terbuka anti-imperialisme”.

Guaido sebelumnya menyeru pendukungnya agar turun ke jalan pada hari yang sama untuk apa yang ia namakan “Operasi Kebebasan”.

Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat ketika Guaido mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden –tindakan yang didukung oleh AS dan banyak negara Amerika Latin serta Eropa.

Turki, Rusia, China, Iran, Bolivia dan Meksiko telah memberi dukungan buat Maduro.

Sumber: Anadolu
Baca juga: Pemimpin oposisi Venezuela akhiri kunjungan ke sejumlah negara Amerika Latin
Baca juga: Guaido akan kembali ke Venezuela setelah kunjungan di Ekuador
Baca juga: Istri pemimpin oposisi Venezuela akan temui Wapres dan Ibu Negara AS

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trump: Pemungutan suara layanan kesehatan tunggu hingga pemilu 2020

Washington (ANTARA) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin, mengatakan dirinya bersedia menunggu hingga selesai pemilu 2020 agar Kongres dapat menggelar pemungutan suara tentang rencana baru layanan kesehatan, dengan memberikan waktu kepada Partai Republik untuk mengembangkan proposal yang menggantikan Obamacare.

Partai Republik di Kongres hingga saat ini tidak mampu menyusun proposal untuk menggantikan Affordable Care Act yang diresmikan Presiden dari partai Demokrat Barack Obama, meskipun kerap berjanji untuk mewujudkannya dalam beberapa tahun terakhir.

Pekan lalu Trump berjanji bahwa Partai Republik akan menjadi “partai layanan kesehatan” yang membantu jutaan rakyat Amerika mendapatkan asuransi kesehatan setelah Departemen Kehakiman mendukung gugatan untuk menghapuskan Obamacare, .

Dalam serangkaian cuitan pada Senin malam, Trump mengatakan bahwa Partai Republik sedang mengembangkan HealthCare Plan yang sangat hebat dengan premi yang jauh lebih rendah dari Obamacare.

“Dengan kata lain, itu akan menjadi jauh lebih murah dan lebih bermanfaat ketimbang ObamaCare. Pemungutan suara akan digelar setelah Pemilihan saat Partai Republik menguasai Senat dan kembali memenangkan DPR,” kata dia.

Langkah Trump menunjukkan bahwa ia bersedia memperdebatkan masa depan sistem pelayanan kesehatan AS selama kampanye pemilu 2020 daripada berupaya mencapai kesepakatan akan sebuah rencana lebih awal.

Sumber: Reuters

Baca juga: 18 negara bagian gugat Trump karena tarik subsidi Obamacare

Baca juga: Pukulan keras untuk Trump, Senat tolak cabut Obamacare

Baca juga: 51 versus 50, Senat setuju debatkan RUU pengganti Obamacare

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AS pertimbangkan sanksi baru atas Iran

Washington (ANTARA) – Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Iran, yang akan menargetkan sektor ekonomi mereka yang belum terkena sanksi sebelumnya, kata pejabat pemerintah senior Trump kepada wartawan, Senin.

Pejabat tersebut menuturkan bahwa pemerintah berencana menindaklanjuti sanksi baru saat memperingati setahun mundurnya AS dari kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia, yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Mei lalu.

“Kami hanya ingin efek menakutkan berlanjut,” ujar pejabat itu.

Trump pada Mei lalu mengumumkan bahwa AS mundur dari kesepakatan internasional 2015 yang dirancang untuk menghentikan kemampuan Teheran membuat senjata nuklir. Ia juga memerintahkan agar sanksi diberlakukan kembali terhadap Iran.

Kesepakatan tersebut, yang disetujui AS, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, China dan Iran, berupaya mencegah Iran mengembangkan bom nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi yang melumpuhkan ekonomi mereka.

Pejabat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan pemerintah berharap dapat mengambil sejumlah langkah baru dalam beberapa pekan ke depan.

“Semakin banyak yang dapat kita lakukan saat peringati kesepakatan itu, semakin baik,” kata dia, seraya menambahkan bahwa butuh waktu untuk memasukkan sanksi semacam itu dan Departemen Keuangan sedang mengupayakannya.

Salah satu alat yang digunakan AS termasuk sanksi impor minyak dari Iran. Washington memberikan keringanan terhadap delapan pelanggan minyak Iran, namun itu bersifat fleksibel.

Pejabat tersebut mengatakan AS bisa tidak memberikan keringanan tersebut sama sekali. “Saya rasa, itulah tujuan kita,” katanya.

Mengurangi jumlah keringanan tersebut akan membatasi ekspor minyak dari Iran, produsen terbesar ke empat OPEC. AS menetapkan target sebelumnya untuk memangkas ekspor minyak Iran hingga ke level nol, dan pejabat tersebut mengatakan bahwa tujuan tersebut tidak berubah.

Baca juga: Presiden Irak: Trump tidak minta izin untuk `awasi Iran`

Baca juga: Iran tolak tawaran Trump mengenai pembicaraan karena tak bernilai

Sumber: Reuters
 

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

20 Orang tewas dalam kebakaran bus di Peru

Lima (ANTARA) – Sedikitnya 20 orang tewas dan delapan lainnya terluka saat bus bertingkat yang mereka tumpangi terbakar di ibu kota Peru, Lima pada Minggu, kata juru bicara pemadam kebakaran.

Para saksi menceritakan kebakaran bermula di mesin bus yang berada di belakang kendaraan dan dengan cepat menyebar ke bagian dalamnya, menurut juru bicara Lewis Mejia, dalam komentar yang disiarkan stasiun TV lokal Canal N.

Penyebab kebakaran bus masih dalam penyelidikan, kata dia.

Wali Kota Lima, Jorge Munoz menuturkan bus terbakar di halte yang dilarang pihak berwenang beberapa pekan lalu lantaran terletak di dekat toko ilegal penjual bahan bakar.

“Tampaknya di lantai atas bus, tempat banyak korban ditemukan, mereka sedang mengangkut bahan bakar. Itu masalah yang sangat serius,” kata Munoz kepada wartawan sebelum menjenguk para korban di rumah sakit setempat.

Delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Bus tersebut hendak menuju kota pesisir Chilayo, menurut penyiar lokal RIP.

Sejumlah tayangan TV menunjukkan kerangka kendaraan yang hangus dikelilingi kerumunan orang di Distrik San Martin de Porres di pinggiran ibu kota.

Otoritas di Lima berulang kali gagal mengendalikan apa yang disebut dengan sistem transportasi “informal”. Jaringan semrawut mobil van dan bus independen dan tidak resmi yang digunakan jutaan orang setiap harinya.

Pemadam kebakaran menemukan bahwa bus tersebut tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran dan peralatan keselamatan, lapor RPP.

Munoz berjanji akan menghukum pemilik transportasi tersebut.

“Mereka menentang perintah kota … saya benar-benar marah”. Orang-orang ini harus disingkirkan dan akan dikenakan sanksi kriminal ,” kata Munoz.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kebakaran bus penumpang tewaskan 20 orang di Peru

Lima, Peru (ANTARA) – Sedikitnya 20 orang meninggal dan tujuh orang lagi cedera ketika satu bus penumpang terbakar di Ibu Kota Peru, Lima pada Ahad (31/3), demikian laporan media setempat pada Senin.

Menurut Kantor Berita Peru, El Periodico, peristiwa nahas tersebut terjadi ketika api melahap satu bus yang sedang dalam perjalanan antar-provinsi di satu perhentian bus di Kabupaten Dan Martin de Porres, sebelah utara Ibu Kota Peru, Lima.

Korban cedera segera dibawa ke Rumah Sakit Cayetano Heredia di Lima, kata El Periodico, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Menurut pertugas kebakaran, api mulai menyala melalui percikan api, tapi orang-orang tak bisa keluar bus, yang sedang dalam perjalanan ke Kota Chiclayo di Peru Utara.

Baca juga: Bus jatuh ke jurang, 22 orang tewas di Peru

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019