Kanada berupaya tekan Trump untuk cabut tarif baja

Ottawa (ANTARA News) – Kanada bekerja sama dengan politikus dan pengusaha di Amerika Serikat (AS) untuk menekan Presiden Donald Trump agar menghentikan pemberlakuan tarif atas baja dan aluminium mereka, kata Perdana Menteri Justin Trudeau, Kamis (8/1).

Trump pada Mei lalu memberlakukan langkah tersebut karena mengkhawatirkan keamanan nasionalnya. Kanada mengecam langkah itu dan awalnya menyatakan mereka tidak akan menandatangani pakta perdagangan kontinental baru dengan AS dan Meksiko kecuali sanksi itu dicabut.

Trudeau, yang pada akhirnya menandatangani kesepakatan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) pada November lalu, mengatakan pemerintahnya berusaha mengubah pandangan Trump saat AS bersiap memulai pengesahan pakta tersebut.

“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa anggota Kongres, dengan gubernur, dengan kepentingan bisnis yang terkena dampak penetapan tarif ini … guna menekan Presiden agar dalam proses pengesahan ini, mereka (AS) mencabut pemberlakuan tarif baja dan aluminium ini,” katanya.

Trudeau menyampaikan pernyataan tersebut dalam sesi tanya jawab yang disiarkan di televisi dengan pemirsa di Regina, di provinsi Saskatchewan di bagian barat negeri itu.

Saat ditanya alasan dia menandatangani USMCA sementara tarif masih diberlakukan, Trudeau mengatakan bahwa memastikan kesepakatan “di tengah situasi yang tidak dapat diramalkan dan di tengah kebijakan proteksionisme AS merupakan prioritas utama bagi seluruh rakyat Kanada”.

Kanada mengirim 75 persen dari semua ekspor barang mereka ke AS.

Trudeau dan Trump pada Senin membahas isu tarif tersebut, tetapi tidak merundingkan pencabutan sanksi seperti yang direncanakan, ungkap sumber Kanada yang mengetahui isu tersebut.

Ketua Komite Keuangan Senat AS Charles Grassley pada Rabu mengatakan langkah tersebut harus dicabut guna menarik dukungan dari sektor pertanian untuk mendukung pengesahan kesepakatan USMCA oleh kongres.

Baca juga: Media: Kanada-AS capai kesepakatan perdagangan bebas

Sumber: Reuters
Penyunting: Katriana/Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019