Mike Pence sampaikan pesan dukungan untuk rakyat Venezuela

Washington (Antara/Reuters) – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence merilis video dukungan bagi rakyat Venezuela untuk mendorong mereka yang memprotes Presiden Nicolas Maduro dan menegaskan dukungan AS bagi pemimpin oposisi Juan Guaido, Selasa (22/1).

Oposisi Venezuela pada Rabu (waktu setempat) berencana menggelar aksi jalan di seluruh penjuru negeri untuk memperingati jatuhnya pemerintahan militer pada 1958. Kritikus pemerintah semakin sering membandingkan Maduro dengan diktaktor Marcos Perez, yang ditumbangkan di tahun itu.

Dalam pesan video berbahasa Inggris di https://bit.ly/2sGkcvy dengan beberapa kata berbahasa Spanyol dan frase campuran kedua bahasa, Pence, yang sebelumnya pernah mengecam Maduro, menyebut dia “diktaktor” yang tidak memiliki hak untuk mengklaim kekuasaan.

“Atas nama Presiden Donald Trump dan semua warga Amerika, saya menyampaikan dukungan tidak kenal lelah Amerika Serikat terhadap kalian, rakyat Venezuela, suarakan keinginan kalian untuk kebebasan,” kata Pence setelah menyapa “hola,” yang berarti “halo” dalam bahasa Spanyol.

“Nicolas Maduro adalah diktaktor yang tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim kekuasaan. Dia tidak pernah memenangi kepresidenan dalam pemilu yang bebas dan adil, dan mempertahankan cengkraman kekuasaannya dengan memenjarakan orang-orang yang berani menentangnya.”

Pence mengumumkan dukungan AS terhadap Guaido, tokoh yang berbicara dengannya melalui telepon bulan lalu, dan Majelis Nasional yang dipimpinnya, sebagai “peninggalan demokrasi.”

Pence dan Washington mendukung keputusan Guaido untuk menyatakan kekuatan lembaga itu, menyebut Maduro sebagi perampas kekuasaan dan mendorong pembentukan pemerintahan transisional.

“Saat kalian membuat suara kalian didengar, atas nama rakyat Amerika, kami menyampaikan kepada seluruh rakyak Venezuela yang baik: estamos con ustedes,” kata Pence, disusul dengan terjemahan dalam bahasa Inggris: “Kami bersama kalian, kami berdiri bersama kalian, dan kami akan menemani kalian sampai demokrasi dipulihkan dan kalian mengklaim kembali hak kebebasan kalian.”

Maduro dilantik pada 10 Januari di tengah kritikan dunia atas kepimimpinannya yang tidak sah setelah pemilu 2018 yang dianggap diwarnai kecurangan.

Maduro, dalam tanggapannya atas komentar Pence, menuduh dia mencoba mendorong kudeta dan mengatakan dia memerintahkan perbaikan hubungan diplomatik Venezuela dengan AS.

“Belum pernah ada pejabat tinggi yang mengatakan bahwa oposisi harus menggulingkan pemerintahan,” kata Maduro di konferensi pers. Kedutaan besar AS di Caracas, Venezuela, tidak memberikan pernyataan terkait peristiwa itu.

Pence menjadi yang terdepan di pemerintahan Trump dalam mengecam Maduro. Dia menyebut pelantikan Maduro palsu dan menegaskan AS tidak mengakui hasil pemilunya.
 

Pewarta:
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia dorong DK PBB dukung proses perdamaian Kolombia

Jakarta, 24/1 (Antara) – Pemerintah Indonesia mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mendukung proses perdamaian Kolombia, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis.
    
“Indonesia senang dapat mendukung proses perdamaian di Kolombia,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan DK PBB yang membahas perkembangan proses perdamaian antara Pemerintah Kolombia dengan Kelompok Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (23/1).
    
Menlu RI menyampaikan bahwa atas permintaan Pemerintah Kolombia, Menlu RI dan delegasi Indonesia pada 2015 ke Kolombia untuk membagi pengalaman proses perdamaian antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
    
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia sangat senang saat Pemerintah Kolombia dan FARC pada 2016 berhasil menyepakati “the Final Agreement to End the Armed Conflict and Build a Stable and Lasting Peace” mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun. 
    
“Indonesia percaya Pemerintah Kolombia memiliki komitmen kuat untuk memajukan proses perdamaian di Kolombia,” tutur Menlu Retno.
    
Lebih lanjut Menlu RI menekankan bahwa keberhasilan implementasi perjanjian damai antara Pemerintah Kolombia dan FARC sangat bergantung kepada komitmen seluruh pihak yang terlibat. Dalam upaya mendukung implementasi perjanjian damai Kolombia, Menlu RI menyampaikan kesiapan Indonesia untuk  bekerja sama dengan Kolombia mendukung  program program pascakonflik, khususnya demobilisasi, perlucutan senjata dan reintegrasi (DDR). 
    
“Proses reintegrasi dan pembangunan perdamaian pasca-konflik yang efektif adalah kunci dari keberhasilan implementasi perjanjian damai,” tegas Menlu Retno.  

Dalam konteks itu, Menlu RI mencontohkan program kerja sama “Oil Palm for Peace” yang sedang dilakukan dengan Kolombia. Program tersebut bertujuan mengkonversi lahan koka menjadi komoditas yang produktif seperti minyak kelapa sawit dan karet. “Program Oil Palm for Peace, akan membantu integrasi sosio-ekonomi pasca konflik di Kolombia,” ucap Menlu Retno.

Selain proses reintegrasi, Menlu RI juga menekankan pentingnya tantangan-tantangan terhadap keamanan di Kolombia terus dikelola secara tepat, guna mendorong keberhasilan proses perdamaian. “Penegakan hukum juga harus terus memperhatikan hak asasi manusia,” ujar Menlu Retno.

Menlu RI juga menegskan perlunya kedua belah pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama. Hal itu mengigat kesuksesan proses perdamaian bergantung pada seberapa jauh masing-masing pihak menghormati komitmennya.

Dalam pertemuan itu, Menlu RI menekankan pentingnya  seluruh anggota DK PBB menyatukan pandangan dalam membantu Kolombia menuju perdamaian yang stabil dan abadi. Dukungan DK PBB dan masyarakat internasional diperlukan agar proses perdamaian berjalan mulus.

Penandatanganan kesepakatan damai antara Pemerintah Kolombia dan FARC pada 2016 merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang berhasil mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 50 tahun dan salah satu konflik terlama di dunia.

Pemerintah Kolombia kemudian meminta bantuan PBB untuk menjadi pihak ketiga dari perjanjian damai Kolombia untuk mengawal implementasi kesepakatan perjanjian damai. 

DK PBB menyambut positif permintaan itu dengan membentuk Tim Verifikasi PBB di Kolombia (UN Verification Mission in Colombia) telah bertugas sejak akhir 2016.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AS bebaskan penyiar TV Iran kelahiran Amerika

Dubai (ANTARA News) – Seorang penyiar televisi kelahiran Amerika yang bekerja untuk televisi pemerintah Iran, Press TV, telah dibebaskan dari tahanan di Amerika Serikat, menurut saluran berita berbahasa Inggris tersebut, Kamis.

Penyiar tersebut, Marzieh Hashemi, dibebaskan setelah ditahan selama 10 hari sebagai saksi materi dalam penyelidikan Biro Penyelidik Federal (FBI) yang tidak diungkapkan, kata Press TV.

Hubungan AS dan Iran menegang sejak Presiden Donald Trump pada Mei lalu memutuskan untuk menarik AS dari kesepakatan nuklir internasional serta menerapkan kembali sanksi pada Teheran.

“Marzieh Hashemi telah dibebaskan dari penahanan tanpa tuntutan dan kini bersama keluarganya di Washington DC,” lapor saluran televisi itu, yang mengutip pernyataan keluarganya segera setelah perempuan itu dibebaskan pada Rabu.

“Mereka merasa sangat keberatan dan masih mencari jaminan bahwa kejadian seperti ini tidak akan menimpa Muslim atau orang lain,” demikian dilaporkan Press TV.

Hashemi (59) ditangkap FBI di bandara internasional Lambert, St. Louis dan dibawa ke sebuah pusat penahanan di Washington DC, tempat dia ditahan selama dua hari sebelum bisa menghubungi keluarganya, menurut Press TV.

Undang-undang federal AS mengizinkan pemerintah untuk menangkap dan menahan seorang saksi jika dapat membuktikan bahwa kesaksian mereka dapat menjadi bahan proses penyidangan kejahatan dan tidak dapat menjamin menghadirkan mereka melalui pemanggilan.

Hashemi terlahir sebagai Melanie Franklin di AS dan mengganti nama setelah menjadi mualaf.

Dia mendapat kewarganegaraan Iran setelah menikah dengan pria Iran.

Hashemi melakukan perjalanan ke AS untuk mengunjungi keluarganya, menurut Press TV.

Sejumlah orang Iran yang memiliki kewarganegaraan ganda asal dari Austria, Inggris, Kanada, Prancis dan AS telah ditahan di Iran dalam beberapa tahun belakangan dengan dakwaan menjadi mata-mata atau berkolaborasi dengan negara yang bermusuhan.

Baca juga: Gedung Putih minta Pentagon sediakan opsi serangan terhadap Iran

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pria bersenjata serahkan diri setelah membunuh lima korban di Florida

Florida (ANTARA News) – Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengabarkan tentang pembunuhan tersebut lalu akhirnya menyerahkan diri, kata pihak berwenang.

Penembakan terjadi di Bank SunTrust di kota Sebring, yang berpenduduk sekitar 10.000 jiwa dan terletak di sekitar 153 km sebelah selatan Orlando, pada kira kira pukul 12.30 siang waktu setempat, Kepala Kepolisian Sebring Karl Hoglund menyampaikan dalam jumpa pers.

Tersangka berusia 21 tahun yang disebut dengan nama Zephen Xaver, menelepon operator pada nomor 911 dan mengatakan bahwa dia telah menembak lima orang di dalam bank, kata pihak berwenang.

Pada saat polisi memasuki bank, laki-laki bersenjata itu membuat barikade sendiri tetapi kemudian menyerahkan diri, menurut unggahan Kepolisian Sebring di Facebook.

Polisi tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai kemungkinan latar belakangnya.

“Hari ini merupakan hari yang menyedihkan bagi masyarakat kita,” ujar Hoglund.

“Ada cukup banyak yang kehilangan nyawa akibat ulah penjahat yang melakukan perbuatan tak berperasaan.”

Belum ada informasi yang dikeluarkan terkait para korban, yang semata-mata hanya warga yang sedang berada di dalam bank pada saat penembakan terjadi, kata polisi.

Seorang perempuan juru bicara dari bank, Sue Mallino, mengatakan “Kami bekerja sama erat dengan petugas dan berusaha menangani siapa saja yang terkena dampak di kantor cabang kami di Sebring, Florida.”

Seorang juru bicara dari lembaga pendidikan Stevens-Henager di Utah mengatakan Xaver adalah pelajar kelas daring untuk program September hingga Desember, yang kemudian mengundurkan diri.

Xaver pernah tinggal di Indiana barat laut, menurut laporan berita di Indiana dengan mengutip beberapa akun media sosial dengan nama yang sama.

Xaver dipekerjakan di Lembaga Pemasyarakatan Avon Park pada bulan November sebelum kemudian mengundurkan diri awal bulan ini, menurut laporan FloridaToday.com, yang mengutip pejabat pemerintah.

Avon Park belum menjawab permintaan untuk memberikan keterangan.

Baca juga: Dua wanita tewas akibat penembakan di sasana yoga Florida
Baca juga: Senat Florida tolak rencana persenjatai guru kelas

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

34 tewas, ratusan hilang setelah bendungan roboh di Brazil

Rio De Janeiro, (ANTARA News) – Sedikitnya 34 orang tewas dan ratusan lainnya hilang setelah sebuah bendungan milik perusahaan raksasa pertambangan Vale di negara bagian Minas Gerais Brazil ambruk pada Jumat (25/1) sore, kata departemen dinas kebakaran nasional.

Sebanyak 46 orang berhasil diselamatkan pada Sabtu (26/1) pagi dan 23 di antaranya cedera serta dibawa ke rumah sakit daerah.

Setidaknya 252 pekerja Vale diperkirakan hilang, menurut perusahaan tersebut. Sementara sejumlah warga lokal juga belum diketahui keberadaannya.

Para petugas pertahanan sipil mengatakan ada harapan bahwa sejumlah orang selamat karena helikopter-helikopter telah menemukan beberapa tempat, yang kemungkinan digunakan sebagai tempat penampungan.

Namun, para petugas penyelamat kemungkinan harus menangguhkan operasi mereka karena hujan mulai turun di Brumadinho, kotamadya di Minas Gerais, sehingga membuyarkan peluang untuk menemukan orang-orang yang selamat.

Vale telah dikenai denda awal senilai 250 juta real (sekitar Rp933 miliar) oleh badan perlindungan lingkungan Brazil, Ibama.

Pemerintah Brazil telah menjanjikan penyelidikan penuh atas kasus tersebut.

Presiden Jair Bolsonaro dan Gubernur Negara Bagian Minas Gerais Romeu Zema pada Sabtu pagi terbang ke wilayah bencana dan berjanji akan mengerahkan bantuan serta berbagai sumber daya untuk membantu pemulihan wilayah.

Pada November 2015, sebuah bandungan limbah pertambangan juga roboh di Mariana, Minas Gerais. Peristiwa itu menewaskan 19 orang dan menyebabkan kerusakan serius pada lingkungan dan ekonomi. Insiden itu dianggap sebagai bencana lingkungan terburuk dalam sejarah Brasil, demikian Xinhua-OANA.

Baca juga: 34 tewas, 100 orang hilang akibat bendungan jebol di Laos

Baca juga: Hoaks, Bendungan Katulampa Jebol dan Jakarta Terancam Banjir

(Uu.T008/M007)

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintahan Trump terima sekutu Guaido sebagai utusan Venezuela di AS

Washington (ANTARA News) – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Ahad (27/1) , pihaknya telah menerima seorang perwakilan dari pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai wakil negara itu di AS.

Dalam satu pernyataan, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan Washington pada Jumat menerima Carlos Alfredo Vecchio, anggota oposisi Venezuela, sebagai utusan Guaido .

Vecchio diakui sebagai kuasa usaha pemerintah Venezuela untuk AS, dan akan memiliki otoritas terkait urusan diplomatik atas nama Venezuela di AS.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menentang pembangkangan terhadap otoritasnya setelah Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara, dengan menyebut pemilihan telah berlangsung penuh kecurangan.

Guaido telah menerima dukungan internasional, termasuk dari AS. Pada Sabtu, diplomat tinggi militer Venezuela di Washington, Kolonel Jose Luis Silva, membelot dari pemerintahan Maduro.

Menurut laporan-laporan yang tersiar, Vecchio meninggalkan Venezuela pada 2014 setelah pemerintah memenjarakan pemimpin oposisi Leopoldo Lopez. 

Baca juga: Mike Pence sampaikan pesan dukungan untuk rakyat Venezuela

Sumber: Reuters
Penyunting: Mohamad Anthoni/Maria Dian A 

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Australia dukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido

Melbourne (ANTARA News) – Australia pada Senin bergabung dengan Amerika Serikat dan kebanyakan negara Eropa dalam mendukung pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden sementara hingga pemilihan umum digelar.

Presiden Nicolas Maduro, yang berusia 56 tahun, sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menjalankan kekuasaan setelah Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara, menyebut pemilu yang diwarnai kecurangan.

“Australia mengakui dan mendukung Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, menjadi presiden sementara, sesuai dengan konstitusi Venezuela hingga digelar pemilihan umum,” kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dalam satu penyataan di situs kementerian.

“Kami kini mendesak semua pihak untuk bekerja secara konstruktif mengatasi situasi tersebut secara damai, termasuk memulihkan demokrasi, menghormati supremasi hukum, dan menegakkan hak asasi manusiasi rakyat Venezuela.”

Dalam debat di Dewan Keamanan PBB pada Sabtu, Rusia dan China mendukung Maduro secara penuh dan menolak seruan pemilu dini dari Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Amerika Latin dan sejumlah negara utama Eropa.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan Selandia Baru tidak akan memberikan pengakuan resmi kepada kedua belah pihak.

“Bukan kebiasaan Selandia Baru untuk membuat pernyataan pengakuan pemerintahan,” kata Peters seperti yang dikutip dalam satu pernyataan dari kantor persnya.

“Venezuela harus memutuskan masa depannya melalui pemilu yang bebas dan adil. Pemerintah ini menyatakan kekhawatiran atas pemilu 2018 di Venezuela dan masih merasa khawatir.”

Baca juga: Pemerintahan Trump terima sekutu Guaido sebagai utusan Venezuela di AS

Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari/Maria Diana A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Brazil Bolsonaro jalani operasi, istirahat dua hari

Brasilia (ANTARA News) – Presiden Brazil Jair Bolsonaro direncanakan menjalani operasi pada Senin pagi untuk pengangkatan saluran kolostomi dan penyambungan kembali ususnya.

Operasi tersebut merupakan prosedur penyesuaian setelah dia selamat dalam serangan penusukan yang mengancam nyawanya ketika kampanye pada September tahun lalu.

Para dokter menyarankan bahwa Bolsonaro (63) beristirahat selama 48 jam setelah pembedahan, dan selama itu wakil presiden Hamilton Mourao akan menjadi pelaksana presiden, menurut pernyatan kantor kepresidenan.

Operasi bagi Bolsonaro sang tokoh sayap kanan tersebut dilaksanakan sementara negara itu mengalami bencana pertambangan yang cukup parah di negara bagian Minas Gerais, yaitu ambruknya bendungan limbah tambang bijih besi. Insiden itu membuat aliran lumpur melimpah serta menyebabkan 58 orang meninggal dan ratusan orang hilang.

Bolsonaro, yang menjadi presiden pada 1 Januari, masuk ke rumah sakit di Sao Paulo pada Minggu. Ia kemudian mengunggah video di Twitter, dalam keadaan mengenakan baju rumah sakit, menyampaikan ringkasan kegiatannya baru-baru ini, termasuk ketika terbang ke lokasi kecelakaan tambang di Kota Brumadinho.

Dia mengatakan bahwa bencana tersebut “berdampak pada kita semua dan kita berdampingan bersama para keluarga korban.”

Upaya penyelamatan dipimpin pemerintah dan Bolsonaro membentuk dewan menteri untuk membantu penduduk setempat.

Operasi diperkirakan akan berlangsung selama tiga jam, katanya, dan dia diperkirakan akan beristirahat di rumah sakit selama 10 hari.

Para penasihatnya akan mengadakan rapat di ruang depan kamar pemulihannya sehingga dia dapat memimpin pemerintahan sehari-hari setelah mengambil kembali kendali pemerintahan dari Maurao, kata kantor kepresidenan.

Baca juga: Presiden Brazil katakan ia terbuka menjadi tuan rumah pangkalan militer AS
Baca juga: Jair Bolsonaro dilantik sebagai Presiden Brazil

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sepuluh orang tewas dalam baku-tembak di Meksiko

Mexico City (ANTARA News) – Sepuluh orang tewas dan dua lainnya mengalami cedera dalam baku tembak pada Minggu (27/1) antara dua kelompok bersenjata di Negara Bagian Guerrero, Meksiko barat daya, menurut informasi pemerintah negara bagian tersebut.

Pihak berwenang keamanan dalam satu penyataan menyebutkan bahwa baku tembak terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat (21.00GMT) di dekat Kota Chilapa, bagian timur Ibu Kota Negara Bagian Chilpancingo.

Sejumlah senjata ditemukan di lokasi kejadian, tempat sepuluh jasad ditemukan di dua kendaraan yang hancur akibat tembakan. Dua orang lagi mengalami cedera.

Pihak berwenang mengatakan kedua kelompok menggambarkan diri mereka sebagai polisi masyarakat. Belum diketahui pasti apa yang menjadi latar belakang mereka berkelahi.

Guerrero merupakan tempat resor pantai ternama Acapulco, yang telah lama dirusak sejumlah kekerasan paling parah di Meksiko.

Baca juga: Meksiko setujui pembentukan garda nasional penumpas kejahatan

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari/Maria Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tornado tewaskan tiga orang di Kuba

Havana (ANTARA News) – Sebuah tornado yang jarang terjadi menghantam tiga distrik masyarakat kelas pekerja di Havana sekitar tengah malam, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya, lapor media pemerintah.

Angin topan itu merupakan yang pertama kali menghantam ibu kota Kuba dalam beberapa dasawarsa.

Presiden Miguel Diaz-Canel menuliskan di Twitter bahwa kerusakannya besar setelah dia meninjau salah satu distrik yang terdamak paling parah. Diaz-Canel juga mengunggah foto-foto dan video yang menggambarkan kerusakan itu.

Foto-foto rumah dan mobil mobil yang hancur serta truk-truk kecil yang terbalik dan puing-puing yang berserakan di jalanan diunggah di Twitter dengan tanda pagar #Havanatornado bersama foto angin topan besar yang menerjang kota itu.

Laporan korban jiwa dan cedera baru pada tahap awal karena petugas penyelamat masih menyisir bangunan-bangunan yang rusak di tengah kegelapan dan perumahan yang reyot.

Baca juga: Ratusan ribu orang tanpa listrik di Ottawa setelah Tornado melanda
Baca juga: Tornado terjang Oklahoma, lebih dari 30 orang cedera

 
Sumber: Reuters
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kedatangan pesawat Rusia di Venezuela jadi perbincangan

Karakas (ANTARA News) – Kedatangan satu jet penumpang Rusia yang tidak lazim di Karakas mendapat sorotan media sosial yang menggunjingkannya sebagai misi negara tersebut setelah Kremlin berjanji mendukung sekutunya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dalam melawan upaya dukungan Amerika Serikat untuk mendepaknya dari jabatan.

Pesawat Boeing 777 milik perusahaan Nordwind Airlines, dengan kapasitas sekitar 400 orang penumpang, terparkir di salah satu sudut bandara komersial setelah terbang langsung dari Moskow, menurut data penerbangan dan foto-foto Reuters.

Rute itu merupakan yang pertama kalinya ditempuh pesawat Rusia tersebut , menurut data penerbangan.

Baik pihak Nordwind maupun pemerintah Venezuela belum mengeluarkan pernyataan tentang alasan kedatangan jet tersebut di Karakas.

Media sosial Venezuela dipenuhi gagasan yang menyebut bahwa pesawat tersebut membawa tentara bayaran yang akan memandu Maduro menuju ke pengasingan atau untuk memuat emas. Semua gagasan tersebut tidak memiliki bukti yang kuat.

Namun, yang paling panas adalah pernyataan spekulatif tentang ketidakpastian di negara tersebut, sejak Maduro mendapat tekanan internasional untuk mundur.

Pekan lalu, Reuters melaporkan suatu misi militer kontrak terbang diam-diam ke Rusia untuk menjamin keamanan Maduro dalam menghadapi protes massal, menurut sejumlah orang dekat mereka.

Pesawat tersebut biasanya terbang untuk jalur Rusia-Asia Tenggara dan sebelumnya tidak pernah tercatat terbang ke Karakas, menurut siaran data penerbangan yang tersedia.

Pesawat terbang komersial lain maupun Nordwind tidak ada yang menawarkan jalur Moskow-Karakas.

Surat kabar Rusia Novaya Gazeta melaporkan bahwa pesawat tersebut terbang dengan dua awak dan tanpa penumpang.

Maduro mengatakan bahwa dia menghadapi usaha kudeta yang didukung Washington dan dipimpin ketua oposisi Juan Guaido.

Guaido pekan lalu mengangkat diri sendiri sebagai presiden Venezuela dan diakui AS sebagai kepala negara yang sah.

Rusia menuduh pemerintah presiden AS Donald Trump mencoba merebut kekuasaan di Venezuela dan memperingatkan agar tidak melakukan campur tangan secara militer. 

Kremlin pada Selasa mengecam sanksi baru AS terhadap sektor minyak Venezuela sebagai perbuatan tidak sah dan mencampuri urusan negara anggota OPEC itu.

Baca juga: Rusia: Kemelut Venezuela harus diselesaikan secara damai
Baca juga: Venezuela, Qatar, Saudi dan Rusia akan bertemu bahas harga minyak

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Maria Dian A/Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Venezuela selidiki Guaido, larang bepergian, bekukan aset

Karakas (ANTARA News) – Pemerintah Venezuela memukul balik Juan Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara, pada Selasa (29/1) dengan Mahkamah Agung memberlakukan larangan perjalanan dan membekukan rekening-rekening banknya.

Tindakan itu diambil Pemerintah kendati ada peringatan dari Washington mengenai “konsekuensi serius” jika hal itu dilakukan.

Mahkamah juga mengatakan kejaksaan bisa menyelidiki Guaido. Langkah itu sepertinya merupakan balasan atas memberlakuan sanksi-sanksi Amerika Serikat atas perusahaaan minyak milik Venezuela, PDVSA, yang diumumkan pada Senin (28/1).

Dengan berlakunya sanksi, perusahaan minyak negara kemungkinan tidak dapat memenuhi kontrak dengan para perusahaan pembeli di Amerika Utara, kata pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Sanksi-sanksi Washington tersebut, yang bertujuan untuk menekan Maduro mundur dari kekuasaan, merupakan tindakan paling keras terhadap mantan pemimpin serikat berusia 56 tahun itu. Selama pemerintahan Maduro, ekonomi Venezuela mengalami keruntuhan dan jutaan warga Venezuela berbondong-bondong pergi ke negara-negara tetangga dalam beberapa tahun belakangan.

Sanksi-sanksi AS memicu harga minyak dunia naik, kemarahan dari China dan Rusia dan langkah-langkah serius pertama terhadap Guaido sejak ia menantang klaim Maduro menang dalam pemilihan presiden dan menjadi presiden untuk periode kedua pekan lalu.

Mahkamah Agung menyetujui permintaan Jaksa Agung Venezuela Tarek Saab untuk mengadakan investigasi pendahuluan terhadap Guaido atas tuduhan bahwa ia telah membantu negara-negara asing campur tangan dalam urusan dalam negeri Venezuela. Mahkamah juga memberlakukan larangan bepergian atas pemimpin yang berusia 35 tahun itu dan membekukan rekening-rekeningnya.

Sebagai anggota parlemen yang memimpin Majelis Nasional, Guaido memiliki kekebalan dari tuntutan jika tidak ada perintah pengadilan tinggi. Tetapi Mahkamah Agung yang beranggota 32 orang itu setia kepada Maduro dan bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan.

Sebagai tanggapan atas berita awal rencana jaksa agung Venezuela itu, penasihat keamanan nasional AS John Bolton memperingatkan “konsekuensi serius bagi mereka yang berusaha menumbangkan demokrasi dan mencederai Guaido,” dalam cuitannya yang menggambarkan Saab sebagai “mantan jaksa agung Venezuela yang tak sah.”

AS dan beberapa negara lain telah mengakui Guaido sebagai kepala negara sah Venezuela dan mengecam Maduro sebagai perebut kekuasaan.

Maduro, yang diambil sumpah sebagai presiden pada 10 Januari untuk periode kedua setelah pemilihan yang diperselisihkan tahun lalu, menuduh Guaido melakukan kudeta yang diarahkan AS terhadap dirinya. Maduro didukung sejumlah negara, termasuk Rusia.

Pelantikan Maduro memicu protes di seluruh negeri. Lebih 40 orang diyakini tewas dalam kekerasan politik pekan lalu, termasuk 26 orang ditembak pasukan pemerintah, lima tewas dalam razia rumah ke rumah dan 11 lainnya tewas dalam penjarahan, kata juru bicara HAM PBB Rupert Colville pada Selasa.

Menurut dia, lebih 850 orang ditahan antara 21-26 Januari, termasuk 77 anak-anak, yang di antaranya berusia 12 tahunan.

Baca juga: Kedatangan pesawat Rusia di Venezuela jadi perbincangan
Baca juga: Australia dukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido

Sumber: Reuters
Penyunting: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Venezuela siap berunding dengan oposisi

Moskow (ANTARA News) – Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Rabu mengatakan siap duduk bersama dan menggelar pembicaraan dengan oposisi negara tersebut.

Presiden juga tidak menutup kemungkinan adanya mediasi oleh negara ketiga, demikian dilaporkan Kantor Berita Rusia RIA.

Kantor berita RIA merilis sejumlah komentarnya saat perjuangan untuk mengendalikan Venezuela semakin intensif, dengan persiapan penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah.

Penyelidikan tersebut dapat berujung pada penangkapan pemimpin oposisi Juan Guaido, yang mengangkat dirinya sebagai presiden sementara dan menyerukan aksi turun ke jalan.

Venezuela pekan lalu terjerumus ke dalam kekekacauan politik setelah Amerika Serikat mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido yang berusia 35 tahun sebagai presiden sementara,  sementara Rusia terus memberikan dukungannya kepada Maduro.

“Saya siap untuk duduk di meja perundingan dengan oposisi agar kita membicarakan kepentingan Venezuela, demi perdamaian dan masa depan negara,” kata Maduro yang dikutip kantor RIA.

Maduro memberikan sejumlah komentar dalam wawancara dengan Kantor Berita Rusia RIA di Karakas pada Rabu.

Ditanya mengenai kemungkinan mediasi dengan negara ketiga dalam perselisihan tersebut, Maduro seperti yang dikutip mengatakan: “Ada beberapa pemerintah, secara umum organisasi-organisasi, yang menunjukkan perhatian tulus mereka tentang apa yang sedang terjadi di Venezuela dan mereka menyerukan agar dialog dilakukan.”

Baca juga: Venezuela selidiki Guaido, larang bepergian, bekukan aset
Baca juga: Kedatangan pesawat Rusia di Venezuela jadi perbincangan

 
Sumber: Reuters
Penyunting: Asri Mayang Sari/Marian Dian A

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019