Tiga tewas dalam kecelakaan bus di Ottawa

Ottawa, (ANTARA News) – Tiga orang meninggal dan puluhan lainnya terluka dalam kecelakaan bus tingkat yang menabrak halte bus di Ibu Kota Kanada, Ottawa, saat jam sibuk pada Jumat, kata petugas.

Bagian kanan atas bus itu terkelupas dalam tabrakan yang terjadi pada pukul 16.00 waktu setempat (04.00 WIB) di stasiun yang padat di bagian barat kota.

“Dengan sangat sedih saya melaporkan ada tiga korban meninggal dalam kecelakaan, dua orang adalah penumpang bus dan seorang lainnya berada di peron,” kata Walikota Ottawa Jim Watson kepada wartawan dalam jumpa pers Jumat.

Watson juga mengatakan bahwa 23 orang lainnya mengalami luka akibat tabrakan tersebut, sebagian cukup parah dan dikirim ke rumah sakit.

Rumah Sakit Ottawa membenarkan melalui cuitan Twitter telah menerima sembilan pasien dalam keadaan kritis akibat kecelakaan.

Kepala Kepolisian Ottawa Charles Bordeleau mengatakan pengemudi bus ditahan dari tempat kejadian untuk diperiksa, tetapi dia meniolak memberi penjelasan lebih lanjut.

“Penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan sedang dilakukan,” katanya kepada wartawan.

Penyelidikian di tempat kejadian diperkirakan berlangsung sepanjang malam di tengah udara yang membeku di Ottawa, setidaknya diprakirakan mencapai titik terendah minus 22 derajat Celsius.

“Tidak diragukan bahwa suhu udara akan menyulitkan di tempat kejadian,” kata Bordeleau.

Tidak jelas apakah suhu udara mengakibatkan tabrakan.

Baca juga: Kanada berupaya tekan Trump untuk cabut tarif baja
Baca juga: Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Sejumlah foto dan video dari lokasi kecelakaan memperlihatkan tindakan tanggap darurat untuk menyelamatkan sejumlah orang di darat, sedangkan yang lain memakai tangga untuk menurunkan penumpang yang terjebak di lantai atas bus tingkat tersebut.

Bilal Gill, seorang penumpang di dek atas mengatakan kepada media penyiaran CBC News bahwa para penumpang di bagian depan terjepit di kursi-kursi mereka.

“Pastinya orang-orang terjepit, dan ada sedikit darah di lantai,” katanya.

Kecelakaan itu merupakan dua yang terbesar yang terjadi baru-baru ini yang melibatkan bus penumpang di Ottawa.

Bus tingkat lain bertabrakan dengan kereta penumpang pada September 2013, menewaskan enam orang termasuk sopir bus.

Redaktur: Maria D. Andriana

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Muslimah anggota kongres AS licinkan jalan bagi generasi masa depan

Washington, (ANTARA News) – Pemilihan perempuan sebagai anggota Kongres AS, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, melicinkan jalan bagi Muslimah lain untuk bisa mengejar karir di kancah politik Amerika, kata kedua orang itu pada Kamis (10/1).

Ketika berbicara dalam acara jamuan yang dituan-rumahi oleh Dewan Hubungan Islam Amerika, kedua perempuan anggota Kongres AS tersebut membahas bagaimana pemilihan mereka mengubah kisah umat Muslim di negeri itu.

“Kami sekarang merasakan dalam banyak cara bahwa kita milik negara ini dan ini adalah negara kita persis seperti orang lain,” kata Rashida Tlaib, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, keduanya dari Demokrat, meraih dukungan saat mereka berkampanye mengenai landasan progresif mengenai kenaikan upah minimum, saran lingkungan hidup dan cakupan perawatan kesehatan untuk semua.

Meskipun telah ada orang Muslim di Kongres sebelum kedua perempuan itu terpilih, keduanya membuat sejarah dengan menjadi Muslimah pertama yang memangku jabatan.

“Kami berusaha menceritakan kisah yang berbeda mengenai Muslimah di sini di Amerika Serikat,” kata Ilhan Omar.

“Perempuan muda kita sekarang percaya bahwa tempat mereka ialah di ruang Parlemen,” kata Rashida Tlaib.

Baca juga: Rashida Tlaib hadirkan warna baru di Kongres AS
Baca juga: Rashida Tlaib, Muslimah pertama yang jadi anggota Kongres AS

Kedua anggota Dewan Legislatif AS itu juga membahas kepercayaan mereka, dan menyatakan meskipun mereka adalah Muslimah yang bangga, mereka tidak sempurna.

“Saya takkan pernah bisa menjadi Muslima yang sempurna buat kalian,” kata Rashida Tlaib. “Tapi … saya sangat percaya pada kepercayaan anda semua, dan itu memberi saya sangat banyak kekuatan setiap hari.”

Anggota Kongres tersebut merujuk kepada satu peristiwa ketika ia menggunakan bahasa kasar yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump, dan menyerukan pemakzulan Trump.

“Saya memohon kepada Tuhan agar memberi saya kekuatan untuk bangun setiap hari, sebab Trump berada di dalam masyarakat saya, dan saya berpikir untuk diri saya, `Saya memperlihatkan kepercayaan saya dengan cara yang sangat jelas,” kata Rashida Tlaib dengan air mata berlinang.

Redaktur: Maria D. Andriana

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tens of thousands march in Argentina against Macri`s austerity

Lima, (ANTARA News) – Tens of thousands of Argentines marched through Buenos Aires on Thursday carrying torches, in the first of a series of planned protests against President Mauricio Macri`s austerity program and the soaring cost of public services.

Macri slashed subsidies for public utilities and other services to reduce the country`s chronic fiscal deficit, pushing electricity and gas rates up more 2,000 percent since the start of his term, according to estimates by local media.

Rates are expected to increase even more this year, Reuters said.

“People can`t make ends meet. All the measures taken by the government go against workers,” Pablo Moyano, a leader of a union of truck drivers, said during the protest.

Weekly demonstrations are planned through early February, increasing pressure on Macri to solve the country`s economic crisis ahead of a presidential election late this year.

Last year, when the economy contracted, inflation neared 50 percent and the peso lost close to 50 percent of its value, Macri reached an unpopular deal with the IMF for a $57 billion lifeline in exchange for a commitment to cut the deficit.

The protesters on Thursday, who witnesses estimated numbered at least 20,000, carried effigies of Macri and signs that read “Enough of the Macri/IMF austerity program” as they marched past the city`s obelisk monument toward Congress.

A union of truck drivers and a federation of workers` unions organized the protests. Members of leftist political parties and independent Argentines have joined in.

Editor: Katriana

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Senator AS kecam program dokter Kuba

Washington, (ANTARA News) – Program pengiriman dokter Kuba ke penjuru dunia dapat dianggap sebagai penyelundupan manusia, demikian resolusi yang diajukan ke Senat Amerika Serikat, Kamis.

Resolusi itu secara khusus berbicara tentang 8.300 pekerja medis yang ditempatkan di Brazil di bawah kontrak dengan pemerintah Kuba baru-baru ini.

Para pekerja medis tersebut kemudian ditarik kembali oleh Kuba setelah negara itu menuai kritikan dari presiden baru Brazil Jair Bolsonaro, yang menyebut mereka “buruh budak”.

Bolsonaro keberatan dengan langkah pemerintah Kuba, yang menahan sebagian besar gaji para dokter serta tidak mengizinkan mereka membawa keluargannya saat bertugas.

Kuba memiliki layanan kesehatan terpandang dan sebagian besar pendapatan ekspornya berasal dari pengiriman lebih dari 50.000 pekerja kesehatan ke lebih dari 60 negara.

Baca juga: Miguel Diaz-Canel janji lanjutkan “revolusi” Kuba
Baca juga: Putra sulung Fidel Castro bunuh diri

Resolusi itu, yang diajukan oleh anggota Senat dari Partai Demokrat asal Negara Bagian New Jersey Bob Menendez, dan dari Partai Republik asal negara bagian Florida Marco Rubio, sebagian besar bersifat simbolis, yang bertujuan menyoroti masalah itu tanpa memberikan hukuman.

“Informasi terbaru dari Brazil menunjukkan bagaimana pemerintah Kuba memperoleh keuntungan dari misi medis luar negeri yang disponsori negara, yang mereka jual sebagai diplomasi medis namun lebih seperti kontrak perbudakan,” kata Menedez dalam sebuah pernyataan.

Para dokter Kuba di Brazil menghadapi pilihan mengerikan, antara mengajukan status pengungsi di negera setempat dan meninggalkan keluarga mereka atau bertahan dalam pekerjaan yang sebagian besar dari mereka menyebutnya perbudakan.

Hubungan AS dan Kuba mengalami kerenggangan sejak mendiang pemimpin Fidel Castro mengambil alih kekuasaan dalam revolusi 1959.

Meskipun AS telah memulihkan hubungan diplomatik dengan negara Karibia itu pada 2015, sebagian besar embargo ekonominya masih diterapkan di sana.

“Ini keterlaluan, meskipun tidak mengejutkan, bahwa kediktaktoran Kuba melanjutkan manipulasi dan perdagangan dokter untuk memperkaya mereka sendiri,” kata Rubio dalam sebuah pernyataan.

“Kita harus bangkit melawan skema perbudakan modern rezim dan mendukung upaya para dokter untuk memperoleh keadilan setelah melayani hal yang disebut misi medis internasional.”

Redaktur: I Wayan Yoga H
 

Pewarta:
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kanada berupaya tekan Trump untuk cabut tarif baja

Ottawa (ANTARA News) – Kanada bekerja sama dengan politikus dan pengusaha di Amerika Serikat (AS) untuk menekan Presiden Donald Trump agar menghentikan pemberlakuan tarif atas baja dan aluminium mereka, kata Perdana Menteri Justin Trudeau, Kamis (8/1).

Trump pada Mei lalu memberlakukan langkah tersebut karena mengkhawatirkan keamanan nasionalnya. Kanada mengecam langkah itu dan awalnya menyatakan mereka tidak akan menandatangani pakta perdagangan kontinental baru dengan AS dan Meksiko kecuali sanksi itu dicabut.

Trudeau, yang pada akhirnya menandatangani kesepakatan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) pada November lalu, mengatakan pemerintahnya berusaha mengubah pandangan Trump saat AS bersiap memulai pengesahan pakta tersebut.

“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa anggota Kongres, dengan gubernur, dengan kepentingan bisnis yang terkena dampak penetapan tarif ini … guna menekan Presiden agar dalam proses pengesahan ini, mereka (AS) mencabut pemberlakuan tarif baja dan aluminium ini,” katanya.

Trudeau menyampaikan pernyataan tersebut dalam sesi tanya jawab yang disiarkan di televisi dengan pemirsa di Regina, di provinsi Saskatchewan di bagian barat negeri itu.

Saat ditanya alasan dia menandatangani USMCA sementara tarif masih diberlakukan, Trudeau mengatakan bahwa memastikan kesepakatan “di tengah situasi yang tidak dapat diramalkan dan di tengah kebijakan proteksionisme AS merupakan prioritas utama bagi seluruh rakyat Kanada”.

Kanada mengirim 75 persen dari semua ekspor barang mereka ke AS.

Trudeau dan Trump pada Senin membahas isu tarif tersebut, tetapi tidak merundingkan pencabutan sanksi seperti yang direncanakan, ungkap sumber Kanada yang mengetahui isu tersebut.

Ketua Komite Keuangan Senat AS Charles Grassley pada Rabu mengatakan langkah tersebut harus dicabut guna menarik dukungan dari sektor pertanian untuk mendukung pengesahan kesepakatan USMCA oleh kongres.

Baca juga: Media: Kanada-AS capai kesepakatan perdagangan bebas

Sumber: Reuters
Penyunting: Katriana/Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019