Pameran Instrumenta Sandbox

Pameran Instrumenta Sandbox

Pengunjung mengamati salah satu karya yang ditampilkan dalam pameran seni bertajuk Instrumenta 2018 Sandbox di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (12/11/2018). Pameran Instrumenta 2018 Sandbox menyajikan 30 karya dengan konten beragam mulai dari permainan tradisional hingga multimedia yang diselenggarakan hingga 30 November 2018. ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.

“Baku Jaga” iringi penyambutan mahasiswa baru di Changsha

Changsha, China (ANTARA News) – Lagu berjudul “Baku Jaga” yang dinyanyikan seorang pelajar asal Palu, Sulawesi Tengah, turut mengiringi penyambutan mahasiswa baru dari Indonesia yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Kota Changsha, China.

Lagu yang dibawakan dengan apik oleh Aulia Rahmah itu mampu menciptakan suasana mengharukan dalam acara yang dihadiri sedikitnya 80 pelajar asal Indonesia di Ibu Kota Provinsi Hunan tersebut.

“Lagu ini saya persembahkan untuk orang-orang tercinta saya di Palu,” kata mahasiswi kedokteran Changsha Medical University itu, Senin.

Saat gempa bumi yang diikuti tsunami di Palu bulan lalu, dia sempat panik karena kedua orang tuanya tidak dapat dihubungi.

“Saat gempa pertama, ayah masih bisa saya hubungi. Setelah ada tsunami tidak bisa saya kontak lagi sampai keesokan harinya,” katanya mengenai kedua orang tuanya yang kini tinggal di pengungsian itu.

Dengan suara lantang dan menyayat hati, Aulia membawakan lagu itu diiringi petikan gitar teman satu kampusnya Fajar, asal Baubau.
Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok PPIT Cabang Changsha, Cindy Utami Ramos menyebutkan acara penyambutan mahasiswa baru pada tahun Ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kita masih dalam suasana duka atas saudara kita yang menjadi korban bencana di Palu,” kata mahasiswi asal Tana Toraja Sulawesi Selatan itu.

Lagu “Baku Jaga” berbahasa Manado yang pernah dipopulerkan grup Band Ungu menjadi viral beberapa saat setelah bencana di Sulteng. Sigit Purnomo alias Pasha merupakan vokalis Ungu yang memopulerkan lagu itu saat belum menjabat Wakil Wali Kota Palu.

Sebelumnya PPIT telah melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di Sulteng hingga berhasil menyalurkan lebih dari Rp200 juta.

Selain hiburan menyanyi dan menari, acara penyambutan mahasiswa baru di Changsha itu juga diisi sosialisasi Pemilu 2019 oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri PPLN Beijing.

Mayoritas pelajar asal Indonesia di tempat kelahiran Mao Zedong pendiri Republik Rakyat China itu dikategorikan sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2019.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Seniman sejumlah negara kolaborasi seni peduli lingkungan

Sejumlah seniman dari berbagai negara tampil berkolaborasi dalam pertunjukan seni yang bertema tentang lingkungan saat kegiatan panggung gembira peresmian kantor Yayasan Manik Bumi di kawasan Pantai Indah, Singaraja, Buleleng.

“Selain penampilan seniman di panggung seni, di dalam kantor Manik Bumi juga diselenggarakan pameran berbagai karya seni, seperti lukisan maupun instalasi karya sejumlah seniman,” ujar Pendiri Manik Bumi Foundation, Juli Wirahmini, di Singaraja, Minggu.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan sejak Sabtu (3/11) itu, para seniman dari 11 negara tersebut menampilkan sejumlah garapan seperti teater dan pembacaan puisi.

Sebelumnya, selama sepekan, para seniman yang berasal di antaranya dari Amerika Serikat, Eropa, Afrika, Asia termasuk seniman Indonesia dan Bali tersebut berkumpul dan mengeksplorasi gagasan untuk membuat karya kolaboratif dalam agenda Gong Laut International Forum.

Penampilan tersebut seperti Samar Gantang yang membacakan puisi, kolaborasi duet seniman sekaligus penyair asal Bali, Cok Sawitri dengan penyanyi Ayu Laksmi, dan kolaborasi seniman “plastikologi” Made Bayak dengan Guy Helminger asal Belanda yang menampilkan pertunjukan tarian Legong yang diikat plastik.

Juli Wirahmini mengatakan, kegiatan SBOBET panggung gembira dan aksi bersih pantai itu diselenggarakan selain untuk memeriahkan peresmian kantor Manik Bumi di Kota Singaraja, juga untuk mengenalkan yayasan yang berdiri sejak tahun 2013 tersebut kepada masyarakat luas.

“Sebelum kami menentukan akan pindah ke tempat ini (Pantai Indah), keadaan pantai di sini masih sangat kotor. Sampah plastik masih banyak bahkan di sini. Kemudian kami bekerjasama dengan pihak desa untuk menjaga pantai ini menjadi bersih. Kebersihan pantai ini penting salah satunya karena kami ingin menjaga kelestariannya disaat nanti musim Penyu bertelur,” katanya.

Untuk menjaga kondisi kebersihan Pantai Indah, ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan komitmen dan melakukan gerakan bersih pantai secara rutin dan berkesinambungan.

“Jadi tidak hanya pada saat event ini saja, tetapi kami juga akan membuat sebuah program aksi bersih pantai setiap minggu sekali walaupun dalam skala kecil,” katanya.

Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018 angkat tema “Kisah Bahagia”

Jakarta (ANTARA News) – Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018 resmi digelar di Museum Nasional, Jakarta, pada 3-4 November, dengan mengangkat tema “Kisah Bahagia.”

“Semua cerita dikemas dalam kisah bahagia, misalnya cerita tradisional diangkat dari sudut pandang bahagia, semua cerita akan dalam nuansa yang sama,” ujar Direktur Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018 Widita Kustrini dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, perhelatan ini untuk memenuhi rasa rindu akan kisah-kisah bahagia, sekaligus memperkenalkannya kepada anak-anak generasi selanjutnya.

Tahun ini, dua pendongeng internasional hadir untuk meramaikan Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018 yaitu Giovana Conforto dari Italia dan Richard Dian Vilar dari Filipina.

“Saya sangat terkesan dengan jumlah partisipan yang ikut dalam acara ini. Biasanya festival dongeng hanya berukuran kecil, tapi ini sangat besar,” ujar Giovana Conforto.

Keterlibatan pendongeng asal luar negeri, menurut Widita, dapat menjadi cara baru bagi anak-anak untuk mengenal budaya negara lain dalam mendongeng.

“Negara lain banyak yang menggunakan musik, kekhasan itu lah yang akhirnya ingin diperkenalkan juga ke masyarakat Indonesia, bukan semata-mata bahasanya, tapi juga budayanya,” kata dia.

Widita mengungkapkan tahun ini ada lebih dari 100 relawan yang terlibat dalam festival, ditambah kurang lebih 40 pendongeng, serta 40 orang paduan suara dari Infinito Singers yang akan berkolaborasi bersama pendongeng.

Tidak hanya dongeng sambil bernyanyi, ada pula dongeng menggunakan boneka tangan. “Ini akan semakin menarik karena akhirnya semakin banyak jenis dongeng yang berkolaborasi,” ujar Widita.
  Suasansa salah satu panggung di mana pendongeng sedang bercerita dihadapan anak-anak dalam Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018 di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (3/11/2018). (ANTARA News/Arindra Meodia)

Selain pertunjukkan, ada pula kelas workshop yang ditujukan bagi orang tua untuk mendapatkan inspirasi dalam berdongeng.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini skema Festival Dongeng Internasional Indonesia akan menghadirkan kelas dongeng, kelas kriya dan pasar cerita pada hari pertama, kemudian pertunjukkan dongeng pada hari kedua.

“Tahun lalu yang datang 7 ribu orang dalam dua hari, tahun ini kami menurunkan targetnya menjadi 5 ribu orang karena formatnya yang berubah,” kata Widita.

Meski diperkirakan akan berdampak pada jumlah pengunjung, dengan skema tersebut Widita berharap pengunjung akan lebih fokus dan menikmati festival.

Seorang pengunjung, Widia Andikawati (36) yang datang bersama dua orang anaknya Adrian (5) dan Keysa (9) mengaku sangat antusias dengan adanya festival tersebut.

“Kemarin aku datang acara Ayo Dongeng Indonesia waktu Hari  Dongeng Nasional, anakku senang, makanya sekarang datang lagi. Aku tahu acaranya dari Instagram,” kata Widia.

“Waktu itu cuman satu dongeng, sekarang ceritanya banyak dan pendongengnya ada yang dari luar negeri. Walaupun anakku masih PAUD, belum masuk SD, dia bisa mengerti karena pendongeng dari Italia dan Filipina sangat ekspresif,” sambung dia.

Sejak pertama kali digelar pada 2013, Widita melihat jumlah pengunjung Festival Dongeng Internasional dan Indonesia semakin meningkat, tidak hanya dalam pertunjukkan tetapi juga dalam kelas dongeng.

“Kami benar-benar melihat geliat dongeng terus-terusan membaik. Setiap tahunnya berharap apa yang kami lakukan dapat meemberikan dampak yang dirasakan anak dan keluarga Indonesia,” ujar Widita.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Art Jakarta akan masuki dekade baru pada 2019

Jakarta (ANTARA News) – Pameran seni Art Jakarta akan memasuki dekade baru pada 2019 mendatang, dan bertekad untuk memantapkan posisinya sebagai salah satu art fair terpenting di Asia.

Untuk mencapai visinya itu, Art Jakarta yang memasuki usia ke-10 tahun pada 2018 ini, melakukan sejumlah pembaruan, mulai dari menyusun manajemen baru hingga tempat penyelenggaraan yang lebih besar, bertaraf internasional, dan dengan visi-visi baru.

Art Jakarta pun mengangkat Tom Tandio, seorang kolektor seni rupa yang berperan aktif dalam dunia seni kontemporer Indonesia, sebagai Fair Director Art Jakarta, demikian disampaikan Art Jakarta dalam pernyataan persenya di Jakarta, Jumat.

Selanjutnya Tom Tandio akan menyusun tim kerja yang terdiri dari para profesional yang berpengalaman dalam medan seni rupa kontemporer di kawasan ini untuk membantunya menjalankan visi-misi Art Jakarta yang baru.

Tom Tandio pernah terlibat sebagai anggota board Jogja Biennale pada 2011-2013. Sebagai kolektor, Tom punya banyak koleksi yang berfokus pada karya seni rupa kontemporer Asia Tenggara, dan pernah dipamerkan di Song Eun Art Space, sebuah institusi seni rupa terkemuka di Seoul, Korea Selatan.
                                    
“Indonesia, khususnya Kota Jakarta, adalah salah satu pusat penting perkembangan seni rupa di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia. Art Jakarta dapat menjadi forum pertemuan yang baik bagi galeri peserta, seniman, kolektor, kurator bahkan masyarakat umum untuk bersama-sama meningkatkan apresiasi seni,” kata Tom.

Bagi tim manajemen Art Jakarta, keterlibatan Tom Tandio merupakan bagian penting agar Art Jakarta dapat memasuki dekade baru penyelenggaraan art fair bertaraf internasional di Jakarta.

Pengalaman dan profesionalisme Tom Tandio yang telah cukup lama terlibat dalam berbagai kegiatan seni rupa kontemporer di Indonesia dan mancanegara, khususnya dalam kegiatan art fair, diharapkan akan menjadikan Art Jakarta sebagai acara seni rupa internasional yang prestisius, setara dengan berbagai acara serupa di Asia.

Pada tahun 2019, Art Jakarta akan berlangsung pada 30 Agustus hingga 1 September di Balai Sidang Jakarta (Jakarta Convention Center) dan akan menghadirkan beragam karya seni rupa dari galeri dalam dan luar negeri, di area pameran seluas lebih dari 6.000 m2.

Baca juga: Art Jakarta 2017 tampilkan live painting “Unity in Diversity†(video)

Pewarta: Suryanto
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jilbab anti tembem sabet penghargaan Kemenpora

Jakarta (ANTARA News) – Jilbab anti tembem karya Dewi Permata Sari meraih penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pemuda dan wirausaha muda yang berprestasi.

Melalui brand Kiciks Muslimah, Dewi dan suaminya, Rosy Andreas mendapat penghargaan untuk kategori wirausaha muda dan pemuda berprestasi di bidang perdagangan dan jasa.

Penghargaan ini diberikan dalam acara Malam Anugerah Kepemudaan 2018 beberapa waktu lalu. Dewi mengaku sangat bangga dan senang bisa mendapatkannya.

“Lewat brand busana muslim Kiciks yang kami kelola, dinilai sudah menginspirasi pemuda Indonesia karena berhasil menjadi couple-preneur yang sukses dengan usaha di bidang fashion dengan ide usaha yang baik dan berkembang lewat bisnis penjualan online,” kata Dewi melalui keterangan yang diterima Antara, Kamis.

Dewi menjelaskan, ide untuk membuat jilbab anti tembem merupakan salah satu nilai lebih hingga ia bisa terpilih sebagai juara 2 untuk penghargaan wirausaha muda berprestasi dari Kemenpora tersebut.
 
“Saya awalnya ikut seleksi, selanjutnya kita menceritakan keunggulan dari produk yang dijual. Dan aku cerita ide usaha hingga inspirasi khimar Antem atau anti tembem itu yang banyak digemari muslimah karena bisa menyamarkan bentuk wajah yang tembem,” terang Dewi.
 
Melalui penghargaan ini, Dewi dan Rosy berharap bisa terus menghadirkan inovasi baru dengan konsep busana syar’i yang flowery dan digemari kaum muslimah baik di Indonesia hingga ke mancanegara.

Selain jilbab antem, Kiciks Muslimah juga memproduksi dress, khimar dan mukena. Jenisnya pun berbeda-beda, ada yang untuk daily look hingga koleksi premium dengan brand “Dewi Permata”.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemkot Bandung resmikan pusat kebudayaan dan kesenian

Bandung (ANTARA News) – Pemerintah Kota Bandung meresmikan kawasan pusat kebudayaan dan kesenian Teras Sunda di Cibiru, yang dirancang sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kota Kembang.

“Teras Sunda harus menjadi destinasi wisata. Wisatawan harus datang ke sini. Ibaratnya, kalau ke Mekkah belum lengkap kalau tidak ke Madinah. Ke Kota Bandung juga belum lengkap kalau belum datang ke Teras Sunda,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Rabu.

Oded mengatakan, pemerintah sengaja membangun Teras Sunda Cibiru sebagai wadah berkumpul serta kreasi dari para pegiat seni yang ada di Kota Bandung.

Ia pun meminta agar Teras Sunda Cibiru dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin seperti menggelar kegiatan budaya tiap akhir pekan.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka bakal banyak wisatawan yang datang ke Teras Sunda ini,” kata dia.

Namun Oded mengingatkan, untuk menghadirkan wisatawan tak hanya cukup dengan atraksi. Teras Sunda juga harus menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan. Teras Sunda harus tetap bersih dan asri.

“Toiletnya juga tolong dirawat. Ini pesan saya, tolong rawat Teras Sunda ini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pembangunan Teras Sunda menggunakan anggaran sekitar Rp7,9 miliar.

Anggaran tersebut untuk membangun aula, rumah seniman, tempat workshop,dan mushola. Sedang untuk interior, baru akan dianggarkan pada tahun 2019 mendatang.

“Tempat ini memang akan menjadi laboratorium seniman Kota Bandung. Para seniman berkarya dan menciptakan seninya di sini. Kemudian juga bisa dipamerkan atau dipertunjukan di sini juga,” tutur Kenny.

Senada dengan Oded, Kenny juga berharap, seniman dan warga yang aktif di Teras Sunda ikut merawatnya. Karena merawat akan lebih sulit dibandingkan sekedar membangun.

“Mari kita rawat dan jaga bersama-sama Teras Sunda Cibiru ini,” katanya.

Teras Sunda didominasi oleh bambu. Bambu dipilih karena bambu menjadi salah satu ciri budaya Sunda. Bambu juga dinilai lebih dekat dengan alam.

Baca juga: Chongqing siap bantu selesaikan monorel di Bandung

Baca juga: Gubernur enggan tanggapi polemik Sekda Kota Bandung

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Paduan suara UGM juara Festival Folklor Nusantara

Jakarta (ANTARA News) – Perhimpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) mengadakan kompetisi paduan suara tingkat mahasiswa bertajuk Festival Folklor Nusantara 2018.

Kompetisi ini diadakan untuk menyambut perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-90. Sebanyak 56 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia mengikuti kompetisi Festival Folklor Nusantara 2018 ini.

Pada babak final dipilih sebanyak 12 finalis yang akhirnya mengerucut menjadi tiga terbaik pilihan dewan juri yang terdiri dari Budi Susanto Yohanes, Aning Katamsi, Jessica Amadea, Roni Sugiarto, dan Abby Galant Thahira.

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi juara pertama, diikuti oleh Paduan Suara Mahasiswa Universitas Sanata Dharma di posisi kedua, dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Negeri Malang di posisi ketiga.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang juga merupakan Koordinator Presidium II HIMPUNI menyambut baik adanya kompetisi Folkror Nusantara 2018 tingkat perguruan tinggi ini.

Menurutnya kompetisi ini menjadi ajang bagi generasi muda dalam mengekspresikan cinta tanah air dan memelihara semangat sumpah pemuda sbobet indonesia.

“Luar biasa adik-adik peserta dari seluruh Indonesia begitu semangat menunjukkan apa yang dicanangkan 90 tahun lalu itu hadir hari ini,” ucap Budi Karya Sumadi dalam sambutannya dalam acara Festival Folkror Nusantara 2018 di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Sabtu.

“Budaya, seni, dan lagu kita pilih sebagai hal universal yang dapat kita jadikan tali pengikat diantara kita bahwa kita Indonesia,” tambahnya.

Ketiga juara tadi mendapatkan penghargaan berupa Piala Presiden dan uang pembinaan dengan total mencapai Rp180 juta. Arief Budhy Hardono selaku Wakil Presidium II HIMPUNI berharap kompetisi Folkror Nusantara ini bisa terus terselenggara dan dari ajang ini bisa melarikan pemimpin bangsa di masa mendatang.

“HIMPUNI berharap dari peserta festival ini bisa menjadi pemimpin bangsa pada usia Indonesia 100 tahun di 2045 mendatang,” pungkas Arief Budhy Hardono.

Baca juga: Tina Toon: kaum milenial mengedepankan persatuan, nasionalisme, dan toleransi

Baca juga: Oppie Andaresta memaknai Hari Sumpah Pemuda

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lukisan buatan artificial intelligence terjual Rp6,5 miliar di Christie’s

Jakarta (ANTARA News) – Sebuah karya seni hasil sebuah program kecerdasan buatan alias  artificial intelligence (AI) terjual 432.500 dolar AS atau sekira Rp6,5 miliar di balai lelang Christie’s, 45 kali perkiraan tertinggi.

Lukisan berjudul “Portrait of Edmond Belamy” kreasi perkumpulan seni berbasis di Paris; Obvious, dibuat menggunakan algoritma dan satu set data dari 15.000 potret yang dilukis antara abad ke-14 dan ke-20, Times, Jumat (26/10).

Lukisan itu terjual saat ada gelaran diskon Prints & Multiples pada 23-25 Oktober 2018 di Christie’s, menjadikannya karya seni AI pertama yang dilelang sebuah rumah lelang besar Christie’s.

Kelompok seni terdiri dari Hugo Caselles-Dupré, Pierre Fautrel dan Gauthier Vernier, menggunakan metode yang disebut generative adversarial network (GAN) atau jaringan permusuhan generatif – untuk mengeksplorasi persimpangan seni dan kecerdasan buatan.

Di bagian tanda tangan, lukisan potret buram itu ditandatangani dengan sebuah rumus persamaan yang digunakan untuk menghasilkan lukisan. 

Proses itu melibatkan pemberian satu set lukisan untuk menghasilkan gambar berdasarkan perbedaan antara pekerjaannya sendiri dan karya aslinya.

“Kami melakukan beberapa pekerjaan dengan nudes dan lanskap, dan kami juga mencoba memberi sejumlah set algoritma dari karya-karya pelukis terkenal. Tapi kami menemukan bahwa lukisan potret adalah cara terbaik untuk menggambarkan maksud kami, yaitu bahwa algoritma dapat meniru kreativitas, ”kata Hugo Caselles-Dupré dari Obvious.

Lukisan potret tersebut telah menarik sejumlah besar perhatian media, beberapa di antaranya berspekulasi tentang apa arti kecerdasan buatan untuk masa depan seni.

“AI hanyalah salah satu dari beberapa teknologi yang akan berdampak pada pasar seni di masa depan – meskipun terlalu dini untuk memprediksi perubahan apa yang mungkin terjadi,” kata spesialis Christie, Richard Lloyd.

Baca juga: Christie`s akan lelang jam tangan langka milik Raja Mesir

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pameran “Batik 3 Negeri” berlangsung pada 25-27 Oktober 2018

Jakarta (ANTARA News) – Batik Tiga Negeri merupakan salah satu gaya batik yang sudah ada sejak 1910, namun tidak banyak masyarakat yang mengenal tentang sejarahnya. Oleh karena itu, diadakan sebuah pameran bertajuk “Batik 3 Negeri Solo – Sebuah Legenda”.

Batik Tiga Negeri secara umum memiliki tata warna merah, biru dan soga meski dalam perkembangannya terdapat penambahan warna lain seperti hijau dan ungu. Motif utama dalam batik ini berupa buketan, daun dan bunga.

Di Solo, batik Tiga Negeri secara eksklusif dibuat oleh pengusaha batik peranakan Tionghoa. Ny. Tjoa Giok Tjiam adalah pengusaha batik peranakan yang pertama kali mempopulekan batik ini pada tahun 1910.

Batik Tiga Negeri sangat unik karena proses pembuatannya dilakukan di sentra batik yang berbeda, misalnya untuk warna merah dibuat di Lasem dan biru serta soga dibuat di Solo.

Batik ini sendiri memiliki banyak peminat di daerah Jawa Barat sehingga membuka peluang bagi pengusaha batik peranakan lainnya di Solo untuk memproduksi batik sejenis dengan nama yang sama.

“Kami memutuskan membuat pameran ini karena kolektor batik awal dan lama pasti mengoleksi kain batik Tiga Negeri. Batik Tiga Negeri ini enggak mahal tapi bagus. Jadi kami ingin mengenalkan batik Tiga Negeri, murah tapi indah dan batik ini menorehkan sejarahnya di industri perbatikan Indonesia,” ujar Dwita Herman selaku ketua penyelenggara dalam pembukaan pameran “Batik 3 Negeri” di Jakarta, Kamis.

Pameran ini akan berlangsung pada 25-27 Oktober 2018 di Nusantara Ballroom The Dharmawangsa Hotel.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Peragaan Busana Cottonink

Model memperagakan busana persembahan “COTTONINK” pada Jakarta Fashion Week 2019 hari ke-5 di Senayan City, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Pada peragaan busana tersebut “COTTONINK” mempersembahkan sejumlah rancangan dari beberapa artis diantaranya Isyana Sarasvati, Dian Sastrowardoyo, Vanesha Prescilla dan Raisa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Melukis Mural Kota Tua

Seniman jalanan melukis mural di Jalan Pintu Besar Selatan Kawasan Kota Tua, Jakarta, Selasa (23/10/2018). Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Alumni ITB Pecinta Kota Tua Jakarta tersebut untuk memperindah kawasan tersebut serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tua. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

Didiet Maulana kawinkan tenun dengan Mickey Mouse

Jakarta (ANTARA News) – Seperti apa hasilnya bila karakter ikonik Mickey Mouse dikawinkan dengan tenun Indonesia? 

Perancang Didiet Maulana dari IKAT Indonesia memamerkan hasil karya berupa paduan tenun dengan karakter animasi Disney dalam peragaan busana di Jakarta Fashion Week 2019. 

Disney bekerjasama dengan label fashion Indonesia dalam rangka perayaan 90 tahun Mickey Mouse sejak tampil di film pendek “Steamboat Willie” pada 18 November 1928.

Sebanyak 12 looks ditampilkan di “Disney’s Mickey Mouse: The True Original”, Senin malam, terdiri dari variasi busana seperti kaos, terusan, kemeja, terusan, rok hingga celana pendek.

Didiet melengkapinya dengan beragam aksesoris berbau Mickey Mouse seperti sepatu hingga boneka. 

Baca juga: Denis Setiano, satu-satunya penyulih suara Mickey Mouse di Indonesia
  Koleksi IKAT Indonesia di peragaan busana Disney’s Mickey Mouse: The True Original di Jakarta Fashion Week 2019, Senin (22/10/2018) (ANTARA News/ Chairul Rohman)

Mickey Mouse selaras dengan corak tenun dengan warna-warna alam seperti merah tua dan biru. Siluet-siluet kepala tikus terkenal itu berpadu serasi tanpa terlihat mencolok.

“Menyatukannya sangat menantang… kami pilih beberapa karakter tenun ikat yang bisa nyambung dengan Mickey,” ujar Didiet sebelum peragaan busana di Jakarta, Senin petang.

Lima bulan lamanya dihabiskan oleh Didiet untuk membuat Mickey Mouse terlihat serasi dengan kekayaan kain Indonesia. 

“Saya diberi kebebasan untuk membuat any kind of product fashion,” katanya.

Baca juga: Tenun ikat Didiet Maulana jadi pakaian barbie

Didiet ingin memperlihatkan ciri khas dari tahun kelahiran Mickey Mouse, 1928. Ia memasukkan konsep art deco yang jadi tren pada masa itu ke siluet-siluet Mickey Mouse di busana-busananya.

Sebanyak 50 variasi fashion item yang harganya berkisar di atas Rp200.000 hingga Rp800.000 itu dijual secara online melalui e-commerce JD.ID.

Antusiasme penggemar Mickey Mouse terlihat dari ludesnya beberapa produk, seperti kemeja dan kaos meski busana itu baru resmi dirilis usai peragaan busana malam ini. 

Selain IKAT Indonesia, koleksi yang terinspirasi Mickey Mouse juga dihadirkan oleh Matahari, Pop U, SUQMA dan UBS Gold.

Baca juga: Didiet Maulana: Kain Ikat bentuk komitmen saya

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Festival Gerobak Sapi

Sejumlah peserta mengikuti pawai saat Festival Gerobak Sapi (FGS) DI Yogyakarta 2018 di Wedomartani, Ngemplak Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (21/10/2018). Acara yang diikuti ratusan peserta itu menjadi salah satu bentuk pelestarian dan pengenalan transportasi tradisional gerobak sapi kepada masyarakat maupun wisatawan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama.